cihui

Tari Telanjang di Upacara Pemakaman di Taiwan

Tari Telanjang di Upacara Pemakaman di Taiwan
 
 


Ada pertunjukan tari telanjang di upacara pemakaman? Ini mungkin hanya ada di Taiwan.

Tarian panas jadi bagian dalam upacara pemakaman di negeri itu. Para gadis penari akan berlengggak-lenggok di depan peti mati dan para pelayat. Mereka berpakaian seksi, menyanyi dan menari dengan penuh semangat diiringi alunan musik yang keras. Dengan bayaran nyaris Rp 1 juta setiap kali tampil, para penari tak segan membuka baju bagian atasnya demi mendapat saweran lebih banyak dari para pelayat –laki-laki maupun perempuan.

Tarian ini biasanya digelar di atas sebuah truk yang disulap bak panggung. Panggung berjalan ini dilengkapi lampu warna-warni, pengeras suara dan tiang untuk para penari beratraksi. Dengan truk ini pula, pertunjukan bisa dibawa sampai ke pelosok kota kecil dan pedesaan.

Tahun 2010, antropolog Marc L. Moskowitz membuat film dokumenter soal tradisi ini. Filmnya berjudul “Tarian bagi Orang Meninggal: Penari Telanjang di Upacara Pemakaman di Taiwan”, yang berdurasi 40 menit. Dalam film ini terungkap beberapa alasan menyewa penari telanjang ke upacara pemakaman. Diantaranya adalah untuk menghibur menghibur almarhum yang semasa hidup suka mengunjungi klub telanjang. Atau untuk mendatangkan lebih banyak pelayat. Semakin banyak jumlah pelayat, makin besarlah penghormatan kepada almarhum.

Tentu juga ada alasan yang agak lebih religius, yaitu memberi persembahan bagi dewa yang statusnya lebih rendah. Dewa-dewa ini dulunya adalah manusia, tapi kini menjadi dewa yang disembah banyak orang. Sebagai dewa yang eks-manusia, mereka masih menikmati judi dan perempuan. Jadi tarian panas ini semacam hadiah untuk mereka.

Ada yang mengatakan, tradisi ini sudah ada sejak tahun 1800, tapi ada juga yang berpendapat praktik ini ada hubungannya dengan gangster. Dua puluh lima tahun lalu, ketika Mafia Taiwan yang menguasai klub malam di sana, mulai merambah bisnis pemakaman. Suatu ketika para bos mafia memutuskan menggabung kedua usaha ini untuk meningkatkan pendapatan mereka. Sejak itu, siapa saja yang pakai jasa pemakaman mereka, dapat diskon kalau mau pesan penari telanjang. Walaupun awalnya membingungkan masyarakat, kebiasaan menghadirkan penari telanjang dalam upacara pemakaman ini makin populer.

Hingga pertengahan tahun 80an, pertunjukan ini digelar di seluruh negeri bahkan di ibukota Taipei. Namun setelah pemerintah mengeluarkan larangan praktik ini, tari panas di pemakaman pun lebih banyak ditemui di daerah-daerah.

Orang Taiwan sendiri cukup terbuka dengan agama. Ibadah keagamaan yang mereka lakukan biasanya merupakan campuran ajaran Buddha, Tao, dan tradisi rakyat.




Asia Calling house rules for comments: We reserve the right to fail messages that are likely to provoke, attack, or offend others; are racist, homophobic or sexist or otherwise objectionable; contain swear words or other language likely to offend; break the law or encourage illegal behaviour, include contact details including number or email address, are considered to be advertising or promoting a product or spam; and are considered off-topic.

DARI INDONESIA