cihui

Aktivis Cina Ai Weiwei Mendobrak Batasan di Venice Biennale

Aktivis Cina Ai Weiwei Mendobrak Batasan di Venice BiennaleKarya Ai wei wei berjudul Bang (foto: Flickr_Gustavo_luz1)

Dua tahun lalu, saat pameran seni kontemporer terbesar di dunia berlangsung di Venesia, seniman dan aktivis Cina Ai Wei Wei ditahan di sebuah sel rahasia. 

Tahun ini, Venice Biennale kembali digelar. Cerita soal penahanan Ai Wei Wei jadi daya tarik tersendiri di sana.

Ai Wei Wei sendiri tak bisa hadir karena ia tak mendapatkan izin dari Pemerintah Cina untuk bepergian ke luar negeri.

Di dalam Gereja Santo Antonius Venesia yang bergaya Barok, tergeletak enam kotak logam besar.

Di dalam setiap kotak terdapat patung yang menggambarkan kondisi penahanan Ai Weiwei dua tahun yang lalu.

Pengunjung diminta untuk mengintip ke dalam kotak itu, untuk melihat bagaimana kondisi tahanan seniman itu.

Kurator Maurizio Bortolotti mengatakan tahanan itu dijaga 24 jam oleh dua penjaga, yang berjaga saat Ai Weiwei tidur, makan, mandi atau ke toilet.

“Sebagai penonton kita yang menonton sedangkan dia ditonton. Tapi juga bisa sebaliknya dia yang menonton. Menonton tentunya satu hal yang membuatnya stress.”

Seni instalasi adalah bagian dari pameran tunggal Ai Weiwei di Venice Biennale, salah satu pameran seni kontemporer paling penting di dunia.

Ai Wei Wei, satu dari puluhan orang yang ditangkap dalam penggerebekan orang-orang yang disebut pembangkang di Beijing, pada tahun 2011.

Ia dibebaskan 81 hari kemudian. Tapi Bortolotti mengatakan pemerintah Cina masih membatasi gerak-geriknya.

“Dia tidak punya izin untuk bepergian ke luar negeri. Dia tidak punya paspor saat inisehingga tidak bisa meninggalkan negara itu. Tapi karya-karyanya bisa dibawa keluar negeri sehingga bisa dipamerkan dimana saja.”

Susanne Gaensheimer, kurator anjungan Jerman di Venesia dan juga Direktur Museum Seni Modern di Frankfurt.

“Merupakan hal yang sangat penting kehadirannya bisa diwakili karya-karyanya di Venesia. Ini mungkin merupakan forum yang paling penting bagi seni kontemporer.”

Tahun ini dia mengundang empat seniman internasional untuk menampilkan karya-karya mereka tentang globalisasi di anjungan itu.

Mereka semua bolak balik ke Jerman selama bertahun-tahun membangun kerjasama yang erat dengan lembaga-lembaga seni negara itu. Ai Weiwei salah satunya.

“Dia punya hubungan yang sangat erat dengan Jerman. Ia mengaku Jerman merupakan negara yang penting selama karir seninya. Dan menurut saya, Jerman saat ini adalah negara yang mengusung seni yang sangat beragam.”

Karya Ai Weiwei berjudul 'Bang' merupakan pemandangan yang mengesankan di anjungan Jerman ini dan mengisi seluruh ruangan.

Bentuknya berupa menara rumit dengan 886 bangku kayu, yang digunakan untuk membuat apa yang disebutnya sebagai ‘struktur raksasa’.

Susan Gaensheiner mengatakan karya itu menggambarkan sebuah dunia yang berkembang begitu cepat daripada yang bisa diterima manusia.

“Saya sudah beberapa kali ke Beijing dan kami mengerjakan proyek ini bersama-sama. Ia mengembangkannya di Beijing dan mengirimkannya kemari. Orang-orang yang memasang karya ini di sini adalah orang-orang yang bekerja sama dengannya di sana, jadi lebih mudah.”
 
Jauh dari anjungan Jerman, dekat sebuah biara abad ke-16, dipamerkan karya-karya lain Ai Weiwei.

Sebuah karya berjudul ‘Straight’ atau ‘Lurus’ terdiri dari ratusan batang rangka baja yang berasal dari  wilayah Sichuan yang mengalami gempa bumi pada 2008.

Kurator Mauizio Bortolotti mengatakan Ai Weiwei dan timnya meluruskan batangan baja itu sebagai bentuk kritik akan parahnya korupsi di Cina.

Mutu bangunan di sana begitu buruk sehingga jatuh banyak korban jiwa.

“Dengan cara tertentu dia ingin meluruskan apa yang salah. Jadi ini semacam isyarat simbolis.”

Ai Weiwei menggunakan karyanya untuk membuat pernyataan pribadi dan politik.

Kritikus seni John McDonald menyebut Ai Wei Wei sebagai tokoh yang membawa dampak besar terhadap seni.

“Ai Wei Wei benar-benar mengambil resiko dengan hal-hal yang dia lakukan. Menurut saya dia ingin membuat dirinya begitu menonjol dan mendapat perhatian di luar negeri. Kondisi ini bisa membuatnya aman di Cina. "

Tapi kritikus lain, Tim Marlow kurang terkesan.

“Saya tidak mengecilkan pengalaman yang sudah dia lalui dan yang pasti menghebohkan. Tapi ada semacam keinginan menjadikan dirinya martir dalam karya-karya itu.  Karya-karya itu dibuat di Cina dan pemerintah pasti tahu saat dikirim kemari. Jadi tidak begitu tepat juga kalau dikatakan dia itu sepenuhnya ditekan pemerintah.”

Meski pejabat Cina masih menahan paspornya, Ai Weiwei lebih punya banyak kebebasan dibandingkan tahun lalu. 

Pengawasan polisi sudah diperloggar.

Susanne Gaensheimer dari Museum Seni Modern di Frankfurt mengatakan seniman itu bisa berkarya tanpa gangguan yang berarti.

“Pemerintah Cina mengatakan kepadanya kalau mereka mendukung dia sebagai seniman. Baru-baru ini ia membuka pameran yang sangat besar di Washington. Jadi mereka mendukung dia sebagai seorang seniman. Yang ditakutkan pemerintah adalah kegiatan politiknya. Mungkin mereka tidak mengerti kalau dalam kasus Ai Wei Wei, keduanya jalan beriringan.’






PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA

Artikel Terkait