cihui

Masyarakat Cina Keranjingan Tari Perut

Masyarakat Cina Keranjingan Tari PerutPenari Perut Cina (Foto: www.dupiwu.com)

Tari perut identik dengan Timur Tengah, tapi masa depan tarian ini mungkin ada di Cina.

Di Cina sekarang ada banyak pertunjukan, kompetisi, dan sekolah tari perut.

Konferensi penari perut di Beijing baru-baru ini juga mengumpulkan penari dari seluruh dunia, serta menggelar workshop dan beragam pertunjukan.

24 penari tengah berlatih di kelas sore di sekolah tari perut Wen Kexin.

Sekolah ini terletak di komplek komersial baru yang mewah di timur Beijing.

Fan Hui Mi yang berusia 25 tahun adalah salah seorang murid di sini.

Dia meninggalkan pekerjaan kantoran di jasa keuangan demi menjadi guru tari perut profesional... meski ini bertentangan dengan kemauan orangtuanya.

“Semula mereka sangat menentang karena kostum tari perut dianggap tidak pantas dipakai perempuan Cina. Tapi mereka pelan-pelan berubah pikiran. Mereka akhirnya melihat betapa indah dan artistiknya tari perut. Mereka juga lihat pertunjukan saya di TV. Saya tahu ibu saya sangat bangga setiap kali saya menari di stasiun TV terkenal.”

Sekolah tari perut ini didirikan bekas penyanyi kenamaan, Wen Kexin.

Dia mulai mempelajari tari perut 10 tahun lalu saat rekaman video musiknya di Mesir.

Dia lantas mendirikan sekolah dan klub tari perut pertama di Beijing, lalu situs resminya pada tahun 2004.

Kini dia memegang 63 lisensi sekolah tari perut di seluruh Cina dengan 100 ribu murid.

“Ada tiga macam murid yang belajar di sekolah kami. Ada yang belajar untuk jadi guru tari perut profesional dan membuka sekolah mereka sendiri karena tarian ini sangat digemari. Kedua, mereka yang ingin jadi penari perut terkenal. Mereka tidak mau menari di bar atau restoran, tapi bergabung dengan kelompok tari, melakukan pertunjukan di teater – ini sangat populer di Cina. Banyak juga yang bergabung dengan kelompok tari saya atau yang lain seperti China Belly Dancing Superstars. Yang terakhir, mereka yang belajar tari perut karena hobi.”

Tao Xue Lie yang berusia 30 tahun adalah seorang lulusan bisnis sebuah universitas di Zhengzhou, Cina Tengah.

Dia mulai belajar tari perut lima tahun lalu.

“Saat saya belajar pertama kali memang sulit tapi semua murid juga mengalami hal yang sama. Tapi saya punya guru yang sangat membantu. Dia terus mendorong saya dan meminta saya tidak terlalu cemas dan menyuruh saya belajar secara bertahap dan terus mengulanginya. Dan pelan-pelan saya mulai percaya diri dan makin baik.”

Setelah ikut pelatihan khusus selama sepekan di Beijing, dia mulai menapaki masa depannya sebagai guru tari perut.

Dia siap mengajar di Akademi Wen Kexin yang baru di provinsi Hainan, selatan Cina.

Di Cina, tidak hanya perempuan yang belajar tari perut.

Yao Peng Bu yang berusia 32 tahun adalah penari perut yang cukup tenar.

Dia punya sekolah tari perut sendiri, juga jadwal pertunjukan yang sangat padat.
 
Dia rutin datang ke Timur Tengah dan berbagai negara di Asia untuk workshop dan pertunjukan tari.

“Makin banyak orang yang tahu soal tari perut. Seorang guru tari perut asal Mesir mengatakan kegiatan tari perut yang kami adakan adalah acara terbaik yang pernah dia hadiri padahal dia sudah keliling dunia. Saya sudah mengunjungi beberapa negara dan menurut saya tari perut kami lah yang punya standar seni sangat tinggi. Penyebabnya mungkin karena mahalnya biaya staf dan properti di negara-negara barat, sehingga mereka melakukannya tidak secara besar-besaran seperti di Cina.”
 
Tari perut di Cina tengah mengalami masa keemasan.

Dan Wen Kexin punya sejumlah rencana untuk mengembangkan tari perut di sana.

“Tahun depan, kami akan membuka 5 sampai 8 akademi Wen Kexin di daerah. Kami juga berencana untuk menggelar festival besar-besaran yang berbau Mesir. Di sana akan tampil penari-penari perut kenamaan yang kami datangkan dari Timur Tengah.”




PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA