cihui

LBH Aceh: 39 Kasus Kekerasan Terjadi Jelang Pemilu 2014

LBH Aceh: 39 Kasus Kekerasan Terjadi Jelang Pemilu 2014Ilustrasi: Antara
 
 

KBR68H, Banda Aceh - Kekerasan menjelang Pemilu Legislatif di Aceh meningkat. Sepanjang April 2013 hingga awal Maret 2014 tercatat 39 kasus kekerasan terjadi menjelang pemilu. Keadaan tersebut berbeda dibanding tahun 2012 yang tercatat hanya 22 kasus kekerasan.

Menurut Direktur Lembaga Bantuan hukum (LBH) Aceh, Mustiqal Putra, kasus kekerasan menjelang pemilu menjadi tren yang berulang. Kasus serupa, kata dia, juga terjadi saat pemilu 2009 dan pilkada 2012.

Mustiqal mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan sejak bulan April 2013 hingga 2 Maret 2014, tercatat 39 kasus yang berkaitan dengan pelaksanaan agenda Pemilu 2014. Keseluruhan kasus diklasifikasi ke dalam dua kategori, yaitu 22 kasus kekerasan pemilu dan 17 kasus pelanggaran pidana pemilu.

"Dari catatan kita, ini kekerasan yang berulang. 20 kasus menjelang Pemilu 2009. 22 kasus pada tahun 2012. pada tahun 2014 makin meningkat eskalasinya menjadi 39 kasus," jelas Mustiqal Putra.

Kekerasan yang terjadi menjelang pemilu itu berupa penganiayaan, pembakaran mobil, intimidasi, pembunuhan, penculikan, pengrusakan posko, dan pembakaran posko pemenangan partai atau calon anggota legislatif. Aceh Utara dan Lhokseumawe tercatat sebagai kabupaten/kota yang paling rawan pelanggaran.

Mustiqal Putra menilai penegakan hukum di Aceh masih lemah sehingga aparat penegak hukum perlu didorong untuk mengoptimalkan fungsi dan kinerja sistem penegakan keamanannya.

Editor: Anto Sidharta



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA