cihui

Hati-hati, Asam Lemak Omega-3 Pun Berbahaya bagi Anak

Hati-hati, Asam Lemak Omega-3 Pun Berbahaya bagi AnakSuplemen minyak ikan kaya Omega-3 (ilustrasi)
 
 

KBR68H - Asam lemak Omega-3 kerap disebut sebagai sumber asupan yang bermanfaat bagi tubuh. Selain bisa meningkatkan kemampuan otak, menjaga kesehatan jantung, menurunkan kolestrol dan lain-lain.

Manfaat asam lemak Omega-3 sempat dipertanyakan beberapa waktu lalu, hingga muncul penelitian yang dilakukan beberapa perguruan tinggi di Swedia.

Dari penelitian itu terungkap bahwa asam lemak tak jenuh Omega-3 ternyata bisa meningkatkan resiko alergi pada anak dan resiko kanker prostat. Penelitian itu dilakukan tiga universitas di Swedia.

Resiko alergi

Bayi yang mengkonsumsi asam lemak tak jenuh dalam jumlah banyak, yang kemudian terdeteksi di dalam kandungan darahnya, ternyata lebih rentan mengembangkan alergi dibandingkan mereka yang memiliki kadar asam lemak tak jenuh lebih rendah.

"Sudah diketahui bersama, asam lemak tak jenuh itu bisa menghambat aktivasi sistem kekebalan tubuh. Ini akan bermanfaat jika anda sudah berusia tua," kata Agnes Wold, ahli kesehatan dari Departemen Mikrobiologi Klinis, Rumah Sakit Sahlgrenska Universitas Gothenburg, Swedia.

"Namun pada bayi, sistem kekebalan tubuhnya butuh rangsangan, jika tidak maka itu tidak akan berkembang dengan baik," kata Agnes.

Riset terdahulu mengindikasikan anak-anak usia dini yang mendapat asupan ikan, yang dikenal kaya asam lemak Omega-3, lebih sedikit kemungkinan mengalami alergi.

Meski begitu, tidak berarti anak atau balita harus dihindarkan dari ikan.

Peneliti lain dalam kajian itu adalah Ann-Sofie Sandberg, seorang profesor di bidang ilmu makanan.

"Ikan itu lebih dari sekadar asam lemak Omega-3. Jadi jangan karena penelitian kami lantas menyimpulkan ibu hamil dan balita tidak boleh makan ikan," kata Ann-Sofie.

Kanker prostat

Secara terpisah, sebuah penelitian---yang kemudian diterbitkan jurnal di National Cancer Institute di Inggris---menemukan bahwa tiga asam lemak Omega-3 berhubungan dengan peningkatan resiko kanker prostat, dengan tingkat resiko meningkat antara 43 persen hingga 71 persen.

Penelitian yang dipimpin para ilmuwan di Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson Amerika Serikat ini menguatkan temuan sebelumnya. Pada 2011, sebuah penelitian juga menyebutkan asam lemak tak jenuh turut berperan dalam munculnya kanker prostat. Namun saat itu penelitian belum bisa menjelaskan peran seperti apa yang dimainkan Omega-3.

"Jadi segala rekomendasi untuk meningkatkan asupan Omega-3, terutama melalui makanan tambahan, harus juga mempertimbangkan resiko," begitu hasil penelitian yang dimuat di Jurnal.

Asam lemak tak jenuh Omega-3 juga sebelumnya disebut-sebut bisa mengurangi resiko penyempitan pembuluh darah (kardiovaskuler). Banyak klinik yang menyarankan agar pasien yang menderita penyakit kardiovaskuler banyak mengonsumsi suplemen  minyak ikan kaya Omega-3.

Namun sebuah penelitian mementahkan rekomendasi itu. Pada Mei lalu, sebuah penelitian yang dipimpin ilmuwan Italia menyebutkan bahwa suplemen minyak ikan kaya Omega-3 tidak berguna bagi pasien yang punya resiko tinggi gangguan kardiovaskuler (sistem jaringan pembuluh darah). (AFP)



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA