cihui

Perusahaan di Cakung Tak Tahu Ada Aturan Dukung ASI Eksklusif

Perusahaan di Cakung Tak Tahu Ada Aturan Dukung ASI Eksklusif Salah satu ruang menyusui di perusahaan (Foto: Suryawijayanti/KBR68H)
 
 

KBR68H,Jakarta - Perusahaan di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung mengaku tidak mengetahui Surat Kesepakatan Bersama (SKB) tiga kementerian soal pemberian ASI di tempat kerja. Ketua perkumpulan Divisi HRD perusahaan-perusahaan di KBN Cakung Bambang Haryanto mengatakan, bila ingin menerapkan peraturan itu, pemerintah  harus menyediakan ruangan untuk menyusui, bukan perusahaan.

"Saya sangat mendukung itu tinggal bagaimana kedepannya harus ada sosialisasi. Cuma satu hal yang kita pertanyaan ialah kalau program itu terlaksana apakah ruangan khusus itu gratis atau bagaimana? kan di KBN setiap jengkal tanah ada harganya," kata Bambang di KBN Cakung.

Ketua klub HRD Bambang Haryanto menambahkan sudah banyak perusahaan di KBN Cakung yang menerapkan program kepedulian kesehatan seperti cek kesehatan umum dan pemeriksaan ibu hamil.

Sebelumnya, Fakultas Kedokteran UI mencatat 80 persen wanita pekerja tidak memberikan ASI ekslusif kepada anaknya. Padahal, pemberian ASI ekslusif sudah dijamin dalam SKB Kementerian Kesehatan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (SKB tiga kementerian) pada 2009.

Editor: Suryawijayanti




PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA