cihui

Mudik Gratis Pengendara Motor Dibuka Hingga 30 Juli

Mudik Gratis Pengendara Motor Dibuka Hingga 30 JuliFoto: Antara
 
 

KBR68H, Jakarta - Pemerintah membuka pendaftaran mudik gratis bagi pengendara sepeda motor mulai hari ini hingga tanggal 30 Juli mendatang. Juru bicara Kementerian Perhubungan Bambang Ervan mengatakan, intitusinya  menyediakan 12 kota tujuan mudik gratis, diantaranya Solo, Purwokerto, Yogyakarta, Cirebon dan Tasik Malaya. Sejumlah persyaratan, kata Bambang, juga harus dipenuhi oleh calon pemudik gratis pengendara sepeda motor diantaranya mengosongkan tangki bensin, melepas kaca spion, dan kondisi motor sesuai standar spesifikasi pabrik.

"Nha itu kalau untuk yang 10 Kota itu masing masing 180 sepeda motor, berarti orangnya itu kalau 2 aja, 360 orang, terkecuali yang di Solo 150, Purwokerto 100 sepeda motor. Ada persyaratannya, persyaratan administratif itu harus menyerahkan fotokopi SIM, STNK dan KTP, dimana STNK dan SIM itu namanya harus sama sebagai pemilik," ungkap Bambang kepada KBR68H, Selasa (16/7).

Juru bicara Kementerian Perhubungan Bambang Ervan menambahkan, untuk mudik gratis pengendara sepeda motor ini pihaknya menyediakan 35 truk dan 70 bus. Untuk keberangkatan ini sepeda motor harus sudah diserahkan pada tanggal 1 Agustus mendatang.

Sementara serah terima motor akan diberikan pada tanggal 4 Asgustus di Dinas Perhubungan di Kota masing masing. Saat pengambilan, kata Bambang, pihaknya akan memberikan jatah bensin satu liter untuk masing masing motor. Pendaftaran mudik gratis bagi pengendara sepeda motor dibuka setiap Senin hingga Jumat, Pukul 08.00 -15.00 WIB.

Sementara itu, Kepolisian Indonesia meminta warga tak menggunakan sepeda motor untuk pulang ke kampung halaman saat mudik lembaran. Juru bicara Kepolisian Indonesia, sepeda motor merupakan kendaraan untuk jarak dekat. Kata dia, pemudik sepeda motor lebih

"Untuk tingkat keselamatan, sepeda motor itu kan rawan kecelakaan. Sehingga, antara lain, kita tidak merekomendasikan, mengharapkan dan mengimbau masyarakat mudik menggunakan sepeda motor. Kalau pun nanti sepeda motor dibawa ke kampung halaman, itu kemungkinan ada kementerian terkait yang menyediakan sarana untuk angkutan sepeda motor itu. Nah, sementara pemiliknya menggunakan kendaraan lain, apakah kapal, atau bus atau kereta," kata Agus Rianto kepada KBR68H.

Pengemudi sepeda motor mendominasi angka kecelakaan selama arus mudik lebaran tahun lalu. Kepolisian mencatat lebih dari sembilan ratus motor terlibat kecelakaan. Kecelakaan paling banyak terjadi saat pemudik berada di wilayah Jawa Tengah. Menurut polisi, pemudik sering memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan padahal kondisi fisik mereka sudah lelah.(Baca: YLKI: Mudik dengan Sepeda Motor karena Tak Ada Pilihan Transportasi Ideal)


Editor: Nanda Hidayat



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA