cihui

Tunda Rencana Impor Bawang Merah

Tunda Rencana Impor Bawang Merah Pedagang bawang merah melayani pembeli di pasar Mandalika, Sweta, Mataram, NTB, Rabu (17/7). (foto: Antara)
 
 

KBR68H, Jakarta - Para petani bawang merah di Indonesia mendesak pemerintah menunda rencana impor 16 ribu ton bawang merah dalam waktu dekat ini. Sebab impor ribuan ton bawang merah itu membuat harga bawang di pasaran anjlok.

Wakil Ketua Asosiasi Perbenihan Bawang Merah Indonesia (APBMI), Akat mengatakan saat ini petani juga mengalami kesulitan kelangkaan benih. Sebab sebagian stok benih terpaksa dijual untuk konsumsi saat pasokan bawang merah langka pada awal tahun lalu. Selain itu cuaca sedang buruk.

"Dengan tidak adanya barang ini, jangan tergesa-gesa kita mengambil kebijakan yang mengarah ke impor dulu. Sebelum kita melihat sejauh mana sebenarnya seandainya impor itu diturunkan. Yang perlu diperhatikan sekarang untuk start lagi minggu depan. Karena benih mengalami kelangkaan, ini benih yang perlu diperhatikan. Untuk bawang, saya kira bawang bukan bahan pokok ya. Biar petani kita enjoylah dalam hal berbudi-daya bawang. Contoh, kemarin adanya isu impor saja, yang dulunya harga di tingkat petani mencapai Rp 30.000 Rp 35.000, itu drop sampai harga Rp 15.000 - Rp 18.000. Ini kalau terjadi bener, petani kita sudah tak menang lagi," jelas Akat saat dihubungi KBR68H.

Akat menambahkan, saat ini panen bawang merah mundur karena gangguan cuaca. Hujan dan banjir akan menurunkan produksi bawang merah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Editor: Antonius Eko 



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA