Berita Nasional

Perusahaan Tak Bayar THR, PHK Buruh Diprediksi Meningkat
Written By : Erric Permana | 29 July 2013 | 18:18

KBR68H, Jakarta – Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) memperkirakan bakal ada peningkatan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) buruh sebesar 20 persen tahun ini. Penyebabnya, perusahaan mengelak dari kewajiban membayar Tunjangan Hari Raya (THR). Anggota MPBI, Subiyanto mengatakan, pada tahun lalu ada ribuan buruh yang mengalami PHK. Peningkatan jumlah PHK ini karena lemahnya pemantauan pemerintah setiap tahunnya dan takutnya para buruh untuk mengadukan PHK oleh perusahaan.

“Biasanya dipecat, dirumahkan dulu, sebulan nanti setelah lebaran kamu dipekerjakan kembali. Jadi isunya tidak muncul di permukaan. Biasanya kalau pekerja buka isu ini ke media, nanti dia gak bakalan dipanggil / diperkejakan kembali oleh perusahaan,” ujar Subiyanto saat dihubungi KBR68H.

Pemerintah telah membuka Posko pengaduan pembayaran THR. Pemerintah berharap adanya pengaduan ke posko tersebut terkait persoalan pembayaran THR. Tiap perusahaan wajib membayar Tunjangan Hari Raya untuk keperluan buruh dalam merayakan hari raya keagamaan. Sementara pengusaha yang melanggar terancam hukuman 3 bulan penjara. 

Editor: Suryawijayanti 

Share : Facebook | Twitter | Mail