cihui

Sayembara Sehari Bersama SBY Diskriminatif

Sayembara Sehari Bersama SBY DiskriminatifPresiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) berdoa seusai menyerahkan zakat melalui Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Didin Hafiddudin (kiri) di Kantor Presiden. (foto: ANTARA)
 
 

KBR68H, Jakarta – Komnas Perlindungan Anak menilai Presiden SBY telah melakukan tindakan diskriminatif dengan mengadakan undangan terbuka sehari bersama Presiden kepada 12 anak sekolah. Sekjen Komnas Perlindungan Anak Samsul Ridwan mengatakan, undangan tersebut dapat melukai ribuan bahkan jutaan anak Indonesia lainnya. Undangan terbuka yang hanya dikhususkan kepada anak-anak sekolah sangat mengabaikan dan tidak memperhatikan kondisi anak-anak yang tidak mampu bersekolah.

“Catatan Komnas Anak pada semester pertama 2013 menemukan 2 juta anak Indonesia tdk bersekolah, 1 juta anak pertahun putus sekolah. Itu artinya program sehari bersama SBYjelas telah menutup kesempatan bagi anak-anak tersebut,”kata Samsul dalam keterangan pers yang diterima KBR68H.

Kata Samsul, sayembara tersebut dapat dikategorisasikan sebagai bentuk kecerobohan, tidak memahami regulasi dan secara terang-terangan mengabaikan entitas anak-anak yg tidak sekolah, diskriminatif serta bertentangan dengan asas dan prinsip perlindungan anak sebagaimana pasal 2 Undang-Undang Perlindungan Anak no 23/2002.

Komnas Anak sangat menyayangkan kesalahan berjamaah yang dilakukan oleh pemerintah tersebut  dan sekaligus mengingatkan agar panitia penyelenggara segera merevisinya agar kegiatan tersebut dapat lebih terbuka. Selain itu, juga bisa diikuti oleh seluruh anak-anak tanpa diskriminasi,  meskipun jumlahnya sangat terbatas yakni 12 anak.

”Kami juga mendorong pemerintah segera menghentikan semua program perlindungan anak yg bersifat diskriminatif, konyol dan dekoratif. Anak-anak butuh bukti bukan janji,tegasnya.

Undangan terbuka Presiden SBY kepada 12 anak Indonesia SD, SMP, SMA/SMU disampaikan pada saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2013 di gedung SMESCO. Panitia sudah melakukan  persiapan, misalnya pada akun twitter SBY Tahapan pendaftaran calon peserta juga sudah ditentukan resmi mulai 29 Juli -16 Agustus. Tanggung jawan diserahkan kepada Kemenedikbud dan KPPPA. Kegiatan sehari bersama  SBY ini sepertinya ingin menunjukkan kepeduliannya pada seluruh anak-anak Indonesia bersamaan peringatan HAN dan proklamasi 2013.



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA