cihui

Masih Dipertimbangkan, Pemberian Kapal Selam Rusia

Masih Dipertimbangkan, Pemberian Kapal Selam RusiaIlustrasi: Menhan Purnomo Yusgiantoro (kedua kiri) didampingi Wamenhan Syafrie Syamsudin (tengah), Sekjen Kemhan Letjen TNI Budiman (kedua kanan), Kabaranahan Kemenhan Laksda TNI Rachmad Lubis (kanan) berbincang dengan Kepala Quantas Aviation Services Glen Brown (kiri). Foto: Antara
 
 

KBR68H, Jakarta- Pemerintah mengaku sedang mempertimbangkan tawaran pembelian 10 kapal selam milik Rusia.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pemerintah tidak mau terburu-buru untuk mengambil keputusan. Saat ini pihaknya sedang mempelajari tentang masa perbaikan dan masa perawastan kapal. Namun kata Menhan, tawaran ini patut diprioritaskan.

"Memang ada tawaran lagi 10 kapal selam dari rusia. Kapal selam yang sudah ada tapi karena Rusia dekat dengan kita mereka membuka kesempatan untuk mendapatkan 10 lagi kapal selam tapi itu tentu kita pertimbangkan karena kita tidak serta merta menerima itu karena nanti juga ada biaya perawatan biaya pemeliharaan, perbaikan dan lain sebagainya itu kita hitung dulu," jelas Purnomo Yusgiantoro.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusginatoro menambahkan, selain Rusia, pemerintah hingga saat ini memang sedang mengurus pembelian tiga kapal selam milik Korea Selatan dengan harga sekitar 350 juta dollar Amerika Serikat atau sekira Rp. 3,6 Tiriliun per unit.

Dalam perjanjian pembelian, Korea Selatan menawarkan alih teknologi kepada Indonesia. Sesuai rencana, dua kapal selam akan diproduksi di galangan Daewoo Korea Selatan dan kapal selam ketiga akan dikerjakan oleh ahli Indonesia di galangan PT PAL.

Editor: Anto Sidharta



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA