cihui

Vonis Sudjiono Timan dan Preseden Buruk Pemberantasan Korupsi

Vonis Sudjiono Timan dan Preseden Buruk Pemberantasan KorupsiIlustrasi: sxc.hu
 
 

KBR68H, Jakarta - Mahkamah Agung mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) kasus terpidana korupsi Sudjiono Timan.

Bekas Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) itu sebelumnya telah divonis 15 tahun kurungan penjara oleh MA pada 2004 lalu. Ia terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi sebesar Rp 369 miliar.

Juru Bicara MA, Ridwan Mansyur mengatakan, majelis telah mengabulkan permohonan PK Sudjiono Timan. Dalam pertimbangan putusan PK ini, majelis hakim menilai terdapat kekeliruan yang nyata dalam keputusan sebelumnya.

"Jadi infonya masih di majelis, masih di kepaniteraan, baru yang ada di web itu aja, baru putus dan kabul gitu dengan majelis dan anggota majelisnya itu. Nah perintisnya itu masih diproses. Iya baru itu aja baru kabul. Kenapa kabul pertimbangannya kemudian amar putusannya itu masih dalam proses. Intinya kan kabul tapi ada beberapa media yang malah dapat dari majelisnya langsung bahwa dya bebas itu," ujarnya kepada KBR68H saat dihubungi.

Terkait hal ini, LSM anti korupsi ICW mengecam langkah Mahkamah Agung itu. Peneliti ICW, Emerson Yuntho mengatakan, ada kekhawatiran upaya ini menjadi tren bagi para koruptor untuk membebaskan diri dari jeratan hukum. Kata dia, ini bukan pertama kali MA membebaskan terpidana koruptor yang melarikan diri diri dalam proses penyelidikan kasusnya.

"Ini bisa jadi preseden yang buruk bagi upaya pemberantasan korupsi, plus bisa jadi contoh bagi koruptor yang lain untuk menghindari proses hukum yang berakibat pada masuknya terpidana ini kedalam penjara ya kan. Sambil melarikan diri dia akan melakukan upaya peninjauan kembali gitu. Ga masuk akal, karna di tingkat kasasi dia dituntut 15 tahun, bagaimana mungkin Mahkamah Agung di satu institusi yang sama memberikan 2 putusan yang berbeda, satu divonis 15 tahun, satu divonis bebas," ujarnya kepada KBR68H saat dihubungi.

Hakim MA menyatakan memiliki tiga poin yang menjadi dasar pertimbangan PK Sudjiono dikabulkan. Yang pertama telah terjadi kekeliruan dalam pengutipan amar putusan. Kedua, Sudjiono tak terbukti melawan hukum secara materil. Sementara pertimbangan ketiga, dari tiga kasasi yang diajukan, hanya satu yang terbukti yaitu perbuatan melawan hukum.

Sedangkan masalah memperkaya diri sendiri atau korporasi yang dapat merugikan negara belum bisa dibuktikan. Peninjauan Kembali ini diajukan oleh Istri Sudjiono Timan sebagai ahli warisnya. Sudjiono sendiri sampai saat ini statusnya masih buron.

Editor: Anto Sidharta



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA