cihui

Pemerintah Disarankan Kucurkan Dana Subsidi untuk Perajin Tahu Tempe

Pemerintah Disarankan Kucurkan Dana Subsidi untuk Perajin Tahu Tempe Pekerja menyaring sari kedelai dalam proses pembuatan tahu di Kramatwatu, Serang, Banten, Sabtu (24/8). Para perajin tahu tempe yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Produsen Tempe Nasional (Gakopti) Banten mempertanyakan realisasi Peraturan Presiden No.32 tentang perlindungan Harga Kedelai melalui Perum Bulog sebab penguatan dolar AS saat ini telah melambungkan harga kedelai (Foto: Antara)
 
 

KBR68H, Jakarta- Pengamat pertanian dari INDEF, Sugiyono menilai pemerintah sebenarnya bisa mengendalikan harga kedelai yang melonjak akibat melemahnya rupiah. Caranya yaitu dengan memberikan subsidi melalui anggaran dana yang memang diperuntukkan untuk menjaga laju inflasi. Kata dia pemerintah akan mematikan pengusaha tahu tempe menengah ke bawah jika langkah ini tidak segera dilaksanakan.

"Sebenarnya pemerintah itu mempunyai dana untuk menjaga laju inflasi. Dan biasanya juga seperti tahun kemarin itu ada untuk mengatasi gejolak pangan. Jadi memang untuk situasi khusus seperti itu. Saya sangat berharap Kementerian terkait yang berkepentingan menggelontorkan dana itu agar masalah sisi makro yang memang banyak dikonsumsi oleh masyarakat banyak karena murah itu bisa tetap berjalan," jelasnya saat dihubungi KBR68H, Minggu (25/8)

Nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dollar mengakibatkan harga kedelai terus melonjak di pasaran. Hal ini karena sebagian besar pasokan kedelai diimpor dari Amerika Serikat. Sejumlah produsen tahu tempe mengaku kebingungan. Untuk mengatasi masalah ini sebagian besar produsen memilih untuk mengurangi ukuran tahu tempe ketimbang menaikkan harga.



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA