cihui

Harga Tahu Tempe Naik Pasca Mogok Massal

Harga Tahu Tempe Naik Pasca Mogok MassalPekerja membungkus kacang kedelai pada proses pembuatan tempe di industri rumahan jalan Cimanggu Brata, Kedung Badak, Kota Bogor, Jabar, Selasa (27/8) (foto: Antara)
 
 

KBR68H, Jakarta - Pengusaha Tempe dan Tahu berencana menaikkan harga jual hingga 20 persen pasca mogok massal pada 9 hingga 13 September mendatang. Sekjen Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Suyanto mengatakan, kenaikan tidak dapat dihindari karena masih tingginya harga kedelai dipasaran yang mencapai Rp 9000. Kata dia, jika kenaikkan harga tersebut tidak juga memberikan keuntungan, pihaknya akan mengurangi ukuran tahu dan tempe untuk menutupi kerugian.

"Tempe itukan sistem jualnya perpotong, kalau misalnya yang Rp 3000 jadi Rp 4000, kalau yang Rp 5000 jadi Rp 6000. Pokoknya disesuaikan harga kedelai saja, karena kenaikan harga kedelai itu tidak sama untuk tingkat kenaikannya," kata Suyanto saat dihubungi KBR68H.

Sekjen Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Suyanto menambahkan, pihaknya akan tetap melakukan aksi mogok massal pekan depan. Selain meminta untuk menstabilkan harga, mereka menuntut Kementerian Perdagangan segera menerbitkan Surat Persetujuan Impor (SPI) kepada Bulog dan Gakopindo (Gabungan Koperasi Tempe Tahu Seluruh Indonesia) agar kedua lembaga bisa mengimpor kedelai dan bebas dari tekanan kartel kedelai.



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA