cihui

Calon Walikota Palembang Ungkap Indikasi Suap MK

Calon Walikota Palembang Ungkap Indikasi Suap MKFoto: Antara
 
 

KBR68H, Palembang-Calon walikota Palembang Sumatera Selatan, Sarimuda mengaku menjadi korban putusan Mahkamah Konstitusi yang dipimpin Akil Mochtar. Sarimuda menyebutkan, pada pelaksanaan pilwakot bulan april lalu ia menang 8 suara, namun saat sengketa pilkada dibawa ke Mahkamah Konstitusi dia justru dinyatakan kalah dari rival terdekatnya, pasangangan Romi Herton-Harnojoyo. Dia menduga pasangan pesaing telah membayar sejumlah uang kepada Mahkamah Konstitusi. (Baca: Sejak Lama Akil Mochtar Diduga Terima Suap) 

”saya pun ditawarin oknum (yang mengatakan) Pak Sarimuda siapkan karena penyakit pak Sarimuda ini kronis siapkan pilnya agak banyak. Karena kami menangnya sedikikit jadi dianggapnya kronis jadi duit itu untuk mengamankan itu (suara). Aku jawab tidak punya duit sebanyak itu dan saya merasa kami sudah menang dan aku bukan inkambent kan. Indikasi ini sudah kami laporakan ke KPK (sebelum pak Akil ditangkap). Dan saya berharap akan bermunculan kasus-kasus suap yang ditermah akil itu ditempat lain,” kata Sarimuda.

Sementara itu Ketua tim advokasi Romi Herton, Ari Yusuf Amir menampik tudingan tersebut dan memastikan tidak ada suap dalam kemenangan kliennya di MK. Menurutnya kemenangan Romi dapat dihitung secara matematis, berdasarkan hitung ulang di beberapa TPS. Dia juga menyalahkan tim advokasi Sarimuda terlalu pasif dalam mendampingi kliennya sehingga dengan mudah MK memenangkan Romi Herton.

Editor: Nanda Hidayat



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA