cihui

KPK Cegah Marihad Simbolon ke Luar Negeri

KPK Cegah Marihad Simbolon ke Luar NegeriKepala SKK Migas Rudi Rubiandini berada di dalam mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (8/10). FOTO ANTARA
 
 

KBR68H, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah Marihad Simbolon, petinggi perusahaan PT Surya Parna Niaga untuk berpergian ke luar negeri. Pencegahan itu terkait korupsi di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Juru bicara KPK, Johan Budi mengatakan, Marihad Simbolon dicegah selama enam bulan sejak 4 November lalu. Kata dia, selain Marihad Simbolon, KPK juga melakukan pencegahan terhadap Direktur Utama PT Surya Parna Niaga, Merish Simbolon.

"KPK telah mengirimkan surat permintaan cegah terkait dengan kasus SKK Migas atas nama Marihad Simbolon, swasta. Jadi sejak 4 November lalu dikirim ke Imigrasi surat pencegahan selama enam bulan agar yang bersangkutan tidak bepergian. Karena sewaktu-waktu dipanggil KPK sebagai saksi yang bersangkutan tidak sedang berada di luar negeri, jadi pencegahan baru berkaitan dengan kasus SKK Migas," ucap Johan Budi.

Sebelumnya, KPK menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah bekas kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, Simon G. Tandjaya dan Ardi. Selain itu, KPK juga menyita uang dan aset sebesar Rp 14 miliar lebih yang diduga terkait dalam korupsi di SKK Migas.


Editor: Damar Fery Ardiyan



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA