cihui

Asmuni Bejo, Pulang Kampung Kembangkan Binaraga di Rembang

Asmuni Bejo, Pulang Kampung Kembangkan Binaraga di RembangAsmuni Bejo. Foto: R2B
 
 

KBR68H, Rembang – Atlet binaraga yang satu ini pernah menjadi seorang penawal pribadi alias bodyguard. Setelah pulang kampung ke Rembang, Jawa Tengah, ia memilih mengembangkan cabang olahraga binaraga di daerahnya sendiri. Sempat pula berbisnis baju, tetapi berhenti gara-gara kehabisan modal. Ia sekarang fokus melakukan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah.

Namanya Asmuni Bejo (37 tahun), warga asli Desa Woro Kecamatan, Kragan. Dalam bahasa Indonesia, “Bejo” artinya beruntung.Selepas lulus dari SMA Negeri Lasem, pada akhir tahun 1994, Bejo langsung merantau ke Jakarta.

Tapi awal masuk ibu kota, nasibnya tak semujur namanya. Kali pertama berprofesi menjadi penjaga tempat pusat kebugaran (fitness), kemudian kalau malam merangkap sebagai petugas satuan pengamanan alias satpam. Suatu ketika ada seleksi bodiguard untuk mengawal seorang bekas pejabat tinggi TNI. Melalui penjaringan, Asmuni Bejo diterima. Selama enam tahun, Bejo melakoni aktivitas barunya, mendampingi sang bos melakukan kunjungan maupun aktivitas bisnis.

Usai menjadi pengawal, Bejo pernah pula menjabat manajer sebuah kafe, sambil tetap melanjutkan aktivitasnya di pusat fitnes. Disela sela mengurusi usaha fitnesnya, Bejo pernah berbisnis baju. Sayang tak kuat bertahan lama, karena kehabisan modal.

Waktu terus berjalan, sesekali ikut lomba binaraga. Puncak prestasinya meraih 10 besar binaraga pemula tingkat nasional. Saat berada di Semarang, ada seorang rekannya mengabarkan bahwa kabupaten Rembang belum memilki induk cabang olahraga binaraga. Asmuni Bejo kemudian bertemu dengan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Rembang, Sutardjo membicarakan masalah tersebut.

Dari pembicaraan itu berlanjut serius. Singkat kata terbentuklah Pengurus Cabang Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Kab. Rembang, dengan latihan dipusatkan di ruangan kosong, bersebelahan kantor PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) desa Tireman Kec. Rembang Kota.

Duduk sebagai Seksi Pembinaan dan Prestasi Pengcab PABBSI, Asmuni Bejo memboyong sebagian alat alat fitnesnya dari Jakarta ke Rembang. Tak hanya untuk pemusatan latihan, tetapi sekaligus dibuka bagi kalangan umum.

Banyak uang yang dikeluarkan untuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jateng, rata rata per bulan ”tombok” Rp 1,5 juta. Ia menunjukkan setiap hari mengkonsumsi olahan beras merah, daging ayam tanpa bumbu dan 1 kilo gram putih telur. Hal itu bagian diet, supaya berat badannya turun, dari 78 kilo gram, minimal bisa anjlok menjadi 70 kg. Pasalnya kelak saat Porprov, berencana akan turun dalam kelas 70 kg.

Bapak dua anak yang sementara menempati rumah kost di Lasem ini menambahkan, potensi olahraga binaraga, angkat berat dan angkat besi di kabupaten Rembang cukup melimpah. Bahkan sehari hari banyak kaum nelayan ikut latihan fitnes. Tetapi memang belum digarap secara optimal.

Asmuni Bejo menurut rencana bersama Munir, warga desa Bonang Kec. Lasem, membela kabupaten Rembang dalam ajang Porprov di Banyumas, bulan Oktober mendatang.

Ia sebatas berharap keputusannya pulang kampung mendatangkan manfaat, terutama bagi kemajuan dunia olahraga binaraga. Tentu tak bisa bergerak sendiri, Bejo menantikan dukungan penuh pemerintah dan pihak terkait lainnya.

Sumber: R2B Rembang
Editor: Anto Sidharta



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA