cihui

Sipil-Militer Bertemu di Universitas Pertahanan

Sipil-Militer Bertemu di Universitas PertahananFoto:Universitas Pertahanan/idu.ac.id
 
 

KBR68H, Jakarta-Sekitar empat ribuan pulau dari 17 ribuan pulau di Indonesia rawan dicaplok negara lain. Hal ini membuat pemerintah geram sehingga membangun sebuah institusi pendidikan, Universitas Pertahanan (UNHAN), yang fokus pada pertahanan negara. Universitas Pertahanan ini setara dengan magister yang dirancang untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) Pertahanan yang handal, mampu menjaga kestabilan dan kedaulatan negara.

  
Universitas yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 11 Maret 2009 ini memberikan kebabasan bagi siapa saja yang tertarik dengan masalah pertahanan negara dan telah menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana. Jadi, bukan hanya dari kalangan TNI atau militer saja yang dapat menikmati ilmu pertahanan ini, tetapi juga masyarakat sipil.


Kaprodi Ekonomi Pertahanan, Kolonel Nugraha Gumilar mengatakan, disini masyarakat sipil akan bertemu dengan para militer untuk mengkaji bersama bagaimana negara ini dapat dipertahankan sesuai dengan kemampuan dan kebudayaan yang kita miliki. ”Banyak keunikan-keunikan antara sipil dan militer. Kita berusaha membangun mind set yang sama ke depan melalui prodi yang disediakan yang masing-masingnya akan menggali bagaimana mempertahankan negara ini,” kata Nugraha Gumilar.


Peluang memperoleh pendidikan yang diberikan bagi seluruh masyarakat Indonesia ini akan menjadikan agen-agen pertahanan untuk memberikan pencerahan kepada para mahasiswa bahwa pertahanan merupakan tanggung jawab bersama. Akan tetapi pihak universitas memberikan standar kelulusan bagi para calon mahasiswa, yaitu skor 550 untuk Tes Potensi Akademik (TPA) dan skor 500 untuk TOEFL. Setelah itu, para calon mahasiswa mengikuti tahap selanjutnya yaitu wawancara untuk mengetahui bidang atau program studi apa yang diinginkan.


Tidak hanya sistem pertahanan negara saja, tapi juga bagaimana pertahanan tersebut berkaitan dengan ekonomi, manajemen bencana, ketahanan energi, dan lain-lain. Nugraha Gumilar mengatakan, untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, UNHAN bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan dan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia untuk berbicara soal ekonomi.


UNHAN bukanlah universitas yang menerapkan kegiatan militer seperti pendidikan yang diperoleh oleh TNI. Nugraha Gumilar mengatakan, tidak ada apel pagi atau lari pagi dalam perkuliahan, namun ada kalanya mahasiswa akan berkunjung ke institusi militer untuk melihat secara langsung bagaimana kegiatan mereka. ”Ada sesi tertentu kita akan membawa mahasiswa kesana untuk semakin mengenal beginilah kondisi dan performa dari TNI. Dan juga akan melihat bagaimana pesawat, kapal laut, dan bagaimana mengoperasikannya,” kata Nugraha.

 
Saat ini, UNHAN telah meluluskan tiga angkatan dengan lama kuliah 1,5 tahun, terdiri dari satu tahun kuliah dan enam bulan tesis. Namun, mahasiswa diberikan kesempatan satu tahun menambah perkuliahan, jika sudah lebih dari 2,5 tahun maka mahasiswa tersebut akan di drop out (DO). Nugraha mengungkapkan, para mahasiswa yang sudah lulus tidak diwajibkan menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Pertahanan. ”Yang menjadi tanggung jawab mereka adalah bela negara. Bela negara itu harus sudah melekat dalam diri mereka ketika negara mendapat ancaman,” ungkap Nugraha.

 
Antara Teori dan Praktik
Komposisi perkuliahan di UNHAN terdiri dari 30 % kehadiran, 30 % diskusi dan tugas, 40 % tesis. Dari tesis ini, akan diadakan kuliah kerja (KK) di dalam dan luar negeri. Kuliah Kerja (KK) ini akan dilakukan selama dua puluh hari. Sepuluh hari Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) dan sepuluh dari Kuliah Kerja Luar Negeri (KKLN) yang seluruhnya sudah disiapkan oleh negara, terutama masalah biaya. Mahasiswa hanya menyiapkan materi perkuliahan dan materi penelitian.

 
Untuk KKLN, UNHAN bekerjasama dengan universitas di luar negeri, seperti Cranfield University, National Defense University Amerika Serikat, Rajaratnam School of International Studies Singapura, dan beberapa universitas di Australia dan Jerman.


Seluruh mahasiswa yang lulus seleksi, tak perlu khawatir memikirkan biaya yang harus dikeluarkan selama berkuliah di Universitas Pertahanan. Universitas Pertahanan tidak memungut biaya pendidikan, ini merupakan program beasiswa. Bahkan disini mahasiswa diberikan fasilitas, seperti tempat penginapan dan juga dosen yang berkualitas yang berasal dari akademisi dan praktisi.


Pengembangan dan Target Universitas
Dalam rangka mengembangkan universitas yang sudah berusia lima tahun, UNHAN akan menambah fakultas yang fokus kepada penjagaan maritim dan juga diplomasi. Nugraha mengatakan, prodi yang berhubungan dengan diplomasi pertahanan ini sangat penting karena menyangkut pelanggaran perbatasan-perbatasan masih lemah. ”Semua itu diawali dengan diplomasi yang akan mengawali aksi selanjutnya. Sipil dan militer diharapkan punya diplomasi yang lebih baik, lebih handal ketika kita membicarakan suatu isu pertahanan dari negara-negara tetangga,” tutup Nugraha. 

Perbincangan ini kerjasama KBR68H dengan Kementerian Pertahanan.

Editor: Vivi Zabkie



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA