cihui

Ringgit Naik, Kehidupan Guru di Daerah Perbatasan Ikut Naik

Ringgit Naik, Kehidupan Guru di Daerah Perbatasan Ikut NaikKongres PGRI di Jakarta yang dibuka Presiden SBY beberapa waktu lalu.(Foto: ANTARA)
 
 

KBR68H, Jakarta - Ratusan guru SD dan SMP di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dipastikan tidak menerima tunjangan khusus tahun 2013. Jumlah guru yang tidak menerima tunjangan lebih besar daripada yang mendapat tunjangan.

Ada sekitar 600 guru perbatasan yang belum mendapatkan tunjangan khusus. Pada saat konres PGRI di Jakarta Agustus silam informasi itu disampaikan ke staf Kementerian Pendidikan yang menangani Dana Tunjangan Khusus. Saat bertemu, pihak kementerian menyatakan siap menggelontorkan dana tunjangan khusus.


Lalu, kenapa hal ini bisa terjadi? Dimana letak kesalahannya? Simak perbincangan penyiar KBR68H Agus Luqman dan Sutami dengan Ketua PGRI Nunukan Husin Manu dalam program Sarapan Pagi.

Kesalahan sebetulnya ada di tangan siapa?

Jadi di saat kami Kongres PGRI di Jakarta pada saat itu kami berjuang untuk mendapatkan tambahan kuota tunjangan khusus. Kemudian dari kementerian di Jakarta ada ACC, namun begitu kami kembali dari Jakarta membuat laporan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan memang ditindaklanjuti. Mereka membawa berkas, tapi berkas tersebut hanya berkas untuk SMA-SMK secara manual, untuk SD-SMP datanya yang dibawa hanya manual. Harusnya untuk tingkat SD-SMP harus melalui data tenaga pendidik dan kependidikan.
 
Tapi kepala dinas waktu rakor itu sebenarnya ada di Jakarta?

Untuk rakor memang ada panggilan dari Jakarta untuk mengikuti rakor di sana tapi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan tidak ada yang hadir. Sehingga oleh Pak Tagor yang bagian perencanaan di sana mengatakan bahwa berarti Nunukan tidak memerlukan bantuan tambahan atau kuota tambahan untuk mendapat tunjangan khusus.
 
Anda tahu alasan dari dinas pendidikan tidak hadir di Jakarta saat diundang rakor?

Menurut informasi yang ada bahwa tambahan itu hanya 100 orang guru. Kalau saya seharusnya walaupun hanya 100 orang guru tapi memerlukan perjuangan, paling tidak ada pendekatan di sana. Karena kita Kabupaten Nunukan, seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Nunukan itu termasuk daerah khusus, berbeda dengan Kabupaten Malinau maupun Kabupaten Kutai Barat, hanya dua kecamatan.
 
Kalau gol itu berapa banyak guru yang mendapat tunjangan tambahan ini?

Hanya sekitar 700 guru.

Kabarnya berulang terus setiap tahun kejadian semacam ini?
 
Sebetulnya di tahun 2012 sudah agak baik. Tapi untuk tahun 2013 ini kelihatannya untuk tingkat pendidikan dasar agak menurun, sehingga itu ada reaksi guru-guru SD-SMP meminta PGRI Kabupaten Nunukan mengadakan rapat. Jadi kami sudah ada rapat pada malam minggu, mereka memohon kepada PGRI Kabupaten Nunukan tetap berjuang untuk mendapat tambahan ke Jakarta. Karena tahun anggaran belum selesai alasan mereka dari guru-guru yang tidak dapat itu.

Kalau dapat tambahan 600 berarti sisa 500 guru yang belum mendapat tunjangan khusus?

Iya.

Jumlah guru seluruhnya ada berapa di sana?

Ada 1.219 guru.
 
Kalau dalam posisi saat ini anda menyalahkan pusat yang mengambil kesimpulan bahwa mereka para guru tidak butuh dana tunjangan khusus atau menyalahkan kepala dinas yang tidak hadir?

Sebetulnya kalau dipikir mulai dari kesalahan sekolah masing-masing. Karena untuk SD-SMP itu harus dia harus melalui Dapodik (Data Pokok Pendidikan), daftar pendidik dan tenaga kependidikan. Jadi dia melalui online laporan-laporan semua guru itu melalui data itu yang harus dilaporkan. Kemudian kami baru mendapatkan informasi bahwa paling lambat Dapodik itu tanggal 18 Maret, ternyata rekan-rekan di daerah membuat itu ada yang terlambat bulan April baru terkirim sehingga banyak yang tidak dapat.
 
Masalahnya apa sampai terlambat?

Untuk pengiriman data itu macam-macam ada yang NIK salah, cara pengirimannya salah. Cuma memang pada saat itu di saat kami kongres itu kami sampaikan, akhirnya agak lunak sedikit Kemendikbud cuma persoalannya kenapa dinas pendidikan pada saat rakor tidak datang. 

Kalau tanpa ada tunjangan khusus ini anda melihat seberapa berat sebetulnya hidup para guru di perbatasan?

Sebetulnya kami di daerah perbatasan apabila ringgit naik otomatis biaya hidup di perbatasan itu ya naik juga.
 
Saat ini tidak cukup penghasilan para guru untuk kebutuhan sehari-hari?

Kalau ditanya cukup ya cukup. Kita harus tahu diri bagaimana membagi dalam kehidupan sehari-hari, cuma itu harapan mereka dari rekan-rekan guru khususnya di perbatasan ya tunjangan khusus ini. Karena mereka sudah menikmati beberapa tahun lalu kenapa di tahun 2013 ini mengalami hambatan-hambatan seperti ini.

Tidak ada sama sekali kesempatan untuk mendapat tunjangan khusus di tahun ini?

Sesuai dengan hasil rapat kami di malam minggu, kami rencana ke Kemendikbud dengan perwakilan guru. Kami akah menghadap ke sana, kemudian kemungkinan kami akan bicarakan dengan media televisi biar masyarakat tahu bagaimana kami guru-guru di Provinsi Kalimantan Utara khususnya Kabupaten Nunukan. 



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA