cihui

Paus Fransiskus: Mengubah Dunia dengan Sikap Rendah Hati dan Toleran

Paus Fransiskus: Mengubah Dunia dengan Sikap Rendah Hati dan ToleranRomo Mudji (dua dari kanan) dan Ignatius Haryanto dalam program Agama dan Masyarakat di KBR68H dan Tempo TV. (foto: Tempo TV)
 
 

KBR68H, Jakarta - Sejak terpilih sebagai pemimpin tahta suci Vatikan pada Maret lalu, Paus Fransiskus kerap mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mencengangkan dan menghebohkan, bahkan bagi umat Katolik sendiri. Ketika diwawancara harian Italia, Paus Fransiskus mengatakan, “Saya percaya Tuhan, tapi bukan kepada Tuhan Katolik.” Menurut Fransiskus, Tuhan bukan Katolik, melainkan universal.

Pada suatu kesempatan lain dalam ucapan selamat Idul Fitri, Paus Fransiskus menyebut umat Muslim di seluruh dunia sebagai saudara kita. “Kita harus mengajari kaum muda untuk menghormati agama orang lain,” begitu kata Paus Fransiskus. Pernyataan-pernyataan Paus Fransiskus tersebut mendapat sambutan positif dan pujian dari berbagai pihak, terutama para pemimpin Islam.  Saat ini Paus Fransiskus bisa disebut sebagai sosok fenomenal atau luar biasa.

Ahli filsafat dan Agamawan Romo FX Mudji Sutrisno menilai, sikap toleran dan sederhana dari Paus Fransiskus secara tidak langsung merupakan pengaruh dari ordo Yesuit.  Dia menambahkan, Paus Fransiskus mengambil nama pausnya dari Santo Fransiskus dari Asissi. “Dari sana semangat pembaharuannya muncul ,” kata Romo Mudji dalam program Agama dan Masyarakat KBR68H dan Tempo TV, Rabu (6/11).

Santo Fransiskus dari Asissi kata Romo Mudji memang terkenal dengan sifatnya yang sederhana dan toleran.

Kesan toleran juga mampir di benak Pengamat Katolik, Ignasius Haryanto.  Ia  menceritakan bahwa Paus Fransiskus pernah mengikuti misa setelah menjadi Paus. Namun, saat itu dia tidak bertindak sebagai pemimpin misa. “sungguh sangat sederhana,” kata Ignatius Haryanto.

Ignatius Haryanto menambahkan,  Paus Fransiskus melihat seseorang sebagai manusia utuh. Tanpa atribut ideologi dan lainnya. Karena  itu, dia bisa menerima semua orang meski beda ideology, agama, keyakinan, dan beda golongan. “Saya harap sifat itu diikuti oleh para pemimpin dunia,” lanjutnya.
Romo Mudji mengatakan, sifat yang paling menonjol dari Paus Fransiskus adalah ajakannya untuk menjadi seorang humanis sebelum menjadi seorang agamis. “ Itulah mengapa dia bisa berkata Tuhannya universal,” kata Romo Mudji.

Romo Mudji menambahkan, hal tersebut sesuai dengan ajaran Katolik. “Dalam Katolik perbedaan tiap ordo tidak lantas harus menimbulkan perpecahan. Tiap ordo menjalankan semangatnya sendiri,” tambahnya.

Atas sifatnya yang “nyeleneh” itu, Romo Mudji dan Ignatius Haryanto yakin Paus Fransiskus dapat mengubah dunia. Ignatius menilai sikap rendah hati dan toleran yang ditunjukan Paus Fransiskus bukan pencitraan semata. “Dia sudah puluhan tahun hidup dengan masyarakat kelas bawah,” kata Ignatius.

Editor: Doddy Rosadi



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA