cihui

Lelang Jabatan ala Jokowi

Lelang Jabatan ala JokowiLurah Bungur, Senen, Jakarta Pusat, Putut Puji salah satu peserta lelang jabatan lurah dan camat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta (Foto: Sasmito Madrim, KBR68H)
 
 

KBR68H - Pemprov DKI Jakarta mulai membenahi birokrasi yang amburadul. Salah satunya lewat program lelang jabatan camat dan lurah. Kebijakan ini diharapkan melahirkan pejabat pemerintah yang cepat bekerja melayani masyarakat. Tercatat lebih dari seribu peserta tertarik mendaftar. Para PNS itu siap bersaing memperebutkan 40-an kursi camat dan 200-an posisi lurah. KBR68H menemui sejumlah PNS yang ikut mendaftar. Seperti apa persiapan mereka? 

Sekretaris Kecamatan Kemayoran,Jakarta Pusat, Munjir Munaji antusias mendengar informasi lelang jabatan camat dan lurah. “Baik untuk untuk barometer (kinerja-red) dengan yang lainnya. Kalau berandai-andai saya belum ada target. Ya namanya tugas tetap perlu kita laksanakan. Tapi kalau untuk peningkatan karir sih perlu. Ya cuma barangkali harapannya  ada peningkatan.”

Lelaki  40 tahun itu berharap kebijakan yang diselenggarakan Pemprov DKI yang dipimpin Gubernur Jokowi itu dapat mendongkrak karirnya. Munjir mengaku sudah 18 tahun mengabdikan diri sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia mulai meniti karir dari level terendah yaitu staf kelurahan. Sementara Lurah Bungur, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat Putut Puji Linangkung sudah  siap mengikuti tes yang akan digelar mulai besok sampai hari minggu lusa.

“Kekhawatiran buat saya malah bikin tidak bisa tidur dan tidak enak makan. Jadi yang jelas bismillah jalan, soal di depan ada kita mikir pakai pikiran kita. Kalau memang yang di depan bukan milik kita ya tidak perlu kita paksakan menjadi milik kita. Mungkin nanti tempat yang baru nantinya akan lebih baik. Jadi dimanapun kita ditugaskan kita siap menjalankan dengan professional,” katanya.

Lurah muda ini mengaku sudah terbiasa berpindah-pindah tempat kerja. Bahkan 3 tahun terakhir ini dia sudah menerima 3 surat keputusan pengangkatan di 3 tempat berbeda. Diantaranya Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Kelurahan Menteng dan Kelurahan Bungur, Senen.

Putut, jebolan Institute Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2000 tersebut bercerita tidak kesulitan saat mengikuti sistem pendaftaran online atau dalam jaringan internet,  yang diselenggarakan Pemprov DKI. Untuk menghadapi tes seleksi ia mulai banyak membaca buku dan aturan pemerintahan.

“Saya baru mendaftar tadi. Saya mendapat nomor 475, berarti kan sebelum saya sudah ada 474 orang yang mencalonkan diri menjadi lurah di DKI Jakarta. Jadi persiapan ketika berbicara seleksi intelegensi dan kemampuan kita membuka lagi buku lagi. Kita belajar membaca aturan-aturan pemerintah, karena akan sedikit berbeda dengan terapan di lapangan.”

Lelang jabatan ternyata membuat ketar-ketir aparatur pemerintah
.



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA