cihui

Mengkreasikan Bungkus Kopi Jadi Barang Berharga

Mengkreasikan Bungkus Kopi Jadi Barang Berharga Ilustrasi
 
 

KBR68H, Jakarta - Bungkus kopi atau bungkus camilan, kini bisa disulap menjadi barang yang bermanfaat, seperti tas, dompet  dan wadah pensil. Barang yang didaurulang itu dikreasikan oleh ibu- ibu kelompok pemberdayan wanita RT 13 RW 02, Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sudah dua tahun ini, para ibu yang berusia sekitar 30 hingga 50 tahun ini mengkreasikan plastik bekas, menjadi barang yang bisa dijual. Setiap hari, mereka mengumpulkan bekas plastik seperti kopi sachet, deterjen, pewangi pakaian, snack dan lain-lain dari sejumlah tempat di sekitar tempat tinggal mereka.

Dalam sebulan, mereka bisa mendapatkan 15 kg plastik besar dengan berbagai ukuran. Setelah terkumpul mereka mulai menjahit dan menganyam plastik-plastik bekas tadi menjadi sebuah bentuk yang dinginkan. Tak hanya tas, dan wadah pensil saja, tapi juga boneka dari plastik.

Harganya bervariasi, tergantung dari ukuran dan bentuknya. Wadah pencil dihargai Rp.25.000 hingga Rp.350.000 untuk tas plastik besar. Tak hanya berkreasi dengan plastik, mereka juga mengolah kain perca bekas menjadi pembungkus toples. Hasil karya daur ulang ini, mereka namakan Andalas Collection, yang artinya Andalan Dasawisma  RT 13.

Menurut Imelda, Ketua pemberdayaan wanita Andalas Collection, dalam sebulan bisa menghasilkan 4 buah tas plastik besar dan langung disalurkan ke organisasi sosial Sahabat Wanita, sebagai wadah dari pemberdayaan wanita Kebon Bawang ini.

"Tergantung pesanan ya, kalau dari Sahabat Wanita minta banyak, ya kita akan bikin banyak, tapi ada juga konsumen yang beli langsung ke rumah kita, karena informasi soal penjualan barang daur ulang ini sudah sampai dai mulut ke mulut.", ujar Imelda bersemangat.

Dari hasil penjualan itu, menurut Imelda,  uang yang didapat diputar sehingga usaha mereka tetap berlanjut. Ia menambahkan, modal awal ketika memulai usaha ini, hanya 3 juta rupiah yang diambil dari dana pribadi dan sokongan para ibu-ibu RT 13. Dari hasil usaha yang telah dijalankan dalan setahun modal sudah kembali. "Uang dari keuntungan ini, kami gunakan untuk keperluan rumah tangga", jelasnya.

Menurut Yayah Omban, salah satu anggota komunitas itu, kesulitan yang dihadapi dalam pembuatan pesanan barang adalah ketika konsumen ingin meminta plastik dari motif  yang sama.

"Misalnya mereka ingin bungkus plastik dari kopi atau makanan merek tertentu, karena dianggap warna dan motifnya menarik. Sementara, tak mudah untuk mencari bungkus plastik dengan motif yang sama karena harus mengumpulkan terlebih dahulu, belum lagi proses mengayamannya butuh waktu lama. Untuk satu tas besar misalnya, bisa dalam waktu 3 hari, tapi kalau ukuran kecil seperti wadah pencil, hanya 3 jam saja. Tapi, sejak tahun 2010 kita memulai usaha ini, sudah banyak pembelinya,” kata Yayah.

Proses mempromosikan produk daur ulang ini, selain woro-woro dari rumah ke rumah, Imelda dan teman-temannya juga lewat internet dan mendukungan dari lurah setempat.  "Pak Lurah, sering berkunjung ketempat kami dan melihat kegiatan yang kami lakukan. Alhamdulliah selama ini dagangan kami laku dan selalu balik modal," tambah Imelda .

Apa yang dilakukan oleh ibu-ibu Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok ini, tentu tak lepas dari peranan Sahabat Wanita, sebuah organisasi sosial yang fokus pada pemberdayaan wanita dan kesetaraan gende. Lewat program pelatihan dan pembangunan ekonomi.guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan kualitas hidup wanita dan keluarganya.

Sahabat Wanita, bekerjasama dengan Putera Sampoerna Foundation dan Aliianz Indonesia, menyediakan dukungan keuangan bagi wanita melalui pilihan kredit mikro dan berbagai aktivitas pengembangan kewirausahaan guna membangun usaha mikro dan kecil, membantu wanita hingga mandiri dan memiliki jati diri di kalangan masyarakatnya.

Nah,  jika ingin memesan produk daur ulang hasil kreasi Andalas Collection ini, silahkan berkunjung ke Jl. Simpang 6 no.64, Rr 13 Rw 02, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sumber: Green Radio



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA