Lifestye Wisata

Menyusuri Roma, Menapak Jejak Peradaban Barat | PortalKBR.com
Written By : Lucky Indah Ciptanni | 02 July 2013 | 15:06

Roma adalah kota abadi – the Eternal City, salah satu kota tertua di Eropa yang memulai peradabannya sejak lebih dari 2,500 tahun lampau. Ia menjadi saksi sejarah berdirinya Kerajaan Romawi kuno, Republik Romawi hingga Kekaisaran Romawi. Dunia mengakui Roma sebagai salah satu tempat lahirnya peradaban Barat. 


Dan jejak peradaban awal itu, masih terjaga utuh. Berjalan menelusuri gang-gang kecil di Roma, memandangi gedung-gedung dengan arsitektur khas, bakal membawa kita kembali ke masa silam, pada sebuah kehidupan berabad-abad lalu. Inilah Roma, bukan Italia (yang hanya berumur 150 tahun sebagai negara Republik), karena kerajaan Romawi jauh lebih besar daripada itu.


Suatu kali pernah terdengar orang bicara, betapa mudah menjadi orang Roma. Semua tinggal dipetik. Semua siap dinikmati. Tapi tidak, Roma tidak dibangun dalam waktu semalam. Melestarikan semua yang indah ini tidaklah mudah. Hanya mereka yang mengerti dan mencintai, mampu menghargai dan melestarikan warisan budaya yang begitu agung.


Roma dengan letaknya yang strategis tidak jauh dari laut, membuat 4 musim berlalu dengan cepat. Musim dingin salju tak kunjung datang. Dan ketika musim panas tiba, penduduknya dengan senang hati berlari ke pantai, bermain di lautan meninggalkan kota dan hiruk-pikuknya. 

Tak usah heran kalau melihat kota Roma tampak relatif sepi di musim panas. Hanya segelintir penduduk setempat yang bertahan di kota, karena musim libur harus dinikmati keluar kota. Sebaliknya bagi orang asing, inilah saat yang tepat menikmati kota tanpa polusi dan kemacetan.


Dan Roma adalah kota terhijau di Eropa. Di kawasan pinggiran, bertebaran taman-taman yang luas dan terjaga apik, layaknya di desa-desa. Ini bukan berarti di dalam kota tak ada taman. Karena di pusat kota pun ada beberapa taman yang sangat terkenal dan bahkan sering digunakan untuk setting film. Sudah nonton Age of innocence dengan pemandangan danau dan angsa-angsanya? Atau Gangs of New York yang disutradarai Martin Scorsese? 


Beberapa lokasi pilihan:


Villa Borghese. Hari Minggu pada umumnya tidak sekedar Romans (warga kota Roma), turis-turis pun senang berpiknik disini. Pemerintah daerah menyelenggarakan berbagai aktivitas untuk warganya bersosialisasi di taman ini. Di sini bisa kita temukan festival budaya dari film, musik, hingga fotografi, dan juga ajang bermain bagi anak-anak. Dari sini pula kita bisa memandangi kota Roma secara keseluruhan dari ketinggian.Bbeberapa pengamen gipsy mendendangkan lagu-lagu Balkan. Nikmati semuanya sembari menunggu matahari terbenam. Pesona Roma ada pada saat-saat seperti ini. 


Colosseum (Flavian amphitheater) yang berdiri sejak 2,000 tahun yang lampau. Dibangun selama 8 abad di bawah 3 kaisar yang berbeda. Colosseum menjadi pusat hiburan masyarakat pada jamannya. Di sini diselenggarakan pertarungan hewan, manusia bahkan kapal dengan kanal-kanal air di bawah tanah. 


Roman Forum, kota antik Roma, pusat kerajaan Romawi yang kini tinggal puing-puing. Tapi justru disitulah daya pikatnya, di mana pasar, senat, pusat pemerintahan, dan kuil-kuil menjadi satu.


Campidoglio - Monte Capitolium - Capitol Hill, sudah ada sejak masa Romulus dan Remus, pendiri Roma yang menurut legenda dibangun oleh Dewa Saturnus, era Bronze. Gedung ini terletak di salah satu dari 7 bukit terkenal yang mengitari Roma, di mana ketujuh bukit ini dulunya adalah pusat dari 7 kerajaan yang berbeda. Transformasi gedung ini dari 460 SM: kuil, istana, institusi, senat, dan akhirnya museum dan pusat pemerintah provinsi Roma pada 2013.


Penjara Mamertinum – Tullianum, sebuah penjara dengan bangunan gereja berdiri di atasnya. Dengan masuknya Kristen, maka dibangun lah gereja di atas penjara tersebut. Kaum Kristiani percaya, Santo Petrus, murid Yesus, dulu dipenjara di sini, walaupun hingga kini tidak ada buktinya. Ini adalah penjara paling antik di Roma yang didirikan pada 640 SM.


Mercati di Traiano - Trojan Market. Pasar pada zaman kerajaan Romawi, di bawah kaisar Trojan. Dibangun dengan tehnik modern dengan menggunakan dan mencermati ruang-ruang yang ada untuk kepentingan artistik. Sekarang menjadi museum.


Piazza del Popolo - People Square. Area pejalan kaki, juga untuk konser musik atau festival. Lapangan ini mampu menampung 65,000 orang.


L'idrocronometro - L'orologio di acqua. Jam dengan air sebagai mesinnya, ditemukan oleh Giovan Battista Embriaco pada tahun 1867.


Jangan lupa untuk mengunjungi Pantai Ostia. Pantai berpasir putih ini tidak jauh dari pusat kota, hanya 45 menit dengan kendaraan pribadi.


Roma, ada begitu banyak jalan ke sana. Jadi tunggu apa lagi?


*Lucky Indah Ciptanni, tourist guide, tinggal di Roma


Editor: Heru Hendratmoko


Klik Menikmati Roma – the Eternal City untuk menikmati foto-foto Roma yang cantik.


Share : Facebook | Twitter | Mail