cihui

Pedagang di Medan Kesal dengan Juru Parkir Liar

Pedagang di Medan Kesal dengan Juru Parkir Liar Ilustrasi: Penertiban parkir (Foto: Antara)
 
 

KBR68H, Medan- Maraknya aksi juru parkir (Jurkir) liar di kota Medan tampaknya sudah harus menjadi perhatian besar pemerintah, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub).

Di hampir seluruh jalanan kota Medan jurkir banyak ditemui  sedang menjalankan aksinya meminta uang atas beban kendaraan yang terparkir di sejumlah pinggir-pinggir jalan.

Apalagi jika dilihat pada malam hari di sejumlah kafe dan lokasi keramaian serta toko, selalu saja pengendara yang berhenti membeli, ketika kembali diminta biaya parkir oleh Jurkir liar tersebut.

Tidak peduli sebentar atau lama, petugas jukir liar tersebut tetap meminta biaya parkir sebesar Rp1000. Tanpa tanda pengenal, tanpa seragam, tanpa surat perintah dan tanpa karcis serta tanpa penjagaan. Hal tersebut merupakan yang dikesalkan oleh para pengendara.

"Orang mau berhenti pun harus mikir-mikir, soalnya bebannya bertambah Rp1000",ungkap Aisyah yang berjualan jus di kawasan Kampung Baru.

Sejumlah pedagang lain di kawasan Simpang Limun dan Kafe di Sisingamangaraja juga mengakui, bahwa para petugas parkir tersebut bertindak tak ubahnya bagaikan seorang preman yang memalak uang para pengunjung.

Pantauan Starberita, Kamis (16/5) malam sejumlah pengendara yang memarkir kendaraannya di rumah makan di kawasan jalan Sisingamangaraja, tampak dimintai uang parkir oleh petugas yang hanya memakai rompi petugas parkir, tanpa kartu pengenal dan karcis. Para pengusaha rumah makan tersebut juga mengaku pelanggan mereka banyak yang mengeluh.

"Kami jual serba Rp6000, hanya berhenti untuk beli nasi bungkus, mereka harus bayar Rp1000 untuk parkir",ungkap pemilik rumah makan serba Rp6.000.

Sejumlah masyarakat dan pedagang berharap Dishub dapat menertibkan petugas parkir liar tersebut. Karena beberapa orang petugas tersebut juga merupakan preman yang beroperasi di kawasan tersebut.

Sumber: Radio Star News


Editor: Suryawijayanti



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA