cihui

Lapas Medan Terbakar, 15 Taroris Kabur

Lapas Medan Terbakar, 15 Taroris KaburFoto: Antara
 
 


KBR68H, Jakarta - Polisi memastikan 15 teroris kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan Sumatera Utara. Juru Bicara Kepolisian Sumatera Utara Raden Heru Prakoso mengatakan, pelarian 15 teroris itu membuat jalan-jalan di Medan dijaga ketat oleh Kepolisian dan tentara. Ini dilakukan untuk menangkap kembali tahanan yang melarikan diri dari Lapas yang terbakar.(Baca: Lapas Medan Terbakar, Ratusan Narapidana Kabur)

"Kami melakukan kroscek atau koordinasi dengan lapas. Berapa sih sebenarnya data yang riil. Kemudian mereka itu terkait kasus apa saja? Tapi diduga diantara mereka ada yang tersangkut terorisme? Sementara dugaan kita ada 15 yang tersangkut terorisme. Itu bisa kurang atau lebih. Karena datanya masih terus diperbarui. Saat ini polisi terus melakukan razia untuk menangkap mereka," jelasnya saat dihubungi KBR68H.

Sementara itu,Pengamat menilai kerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, akibat lemahnya manajemen pengendalian narapidana. Kerusuhan itu mengakibatkan penjara kebakaran dan ratusan napi kabur. Pengamat Hukum Universitas Indonesia Bambang Widodo Umar mengatakan, saat ini manajemen lapas Indonesia masih sangat buruk.

"keadaan di dalam LP itu kan ditentukan bagaimana manajemen di dalam lembaga itu artinya manajemen itu bisa menyangkut masalah pengendalian para napi yang sudah diatur, kemudian, terus diposting dalam rangka hubungan antara petugas dengan napi kemudian juga masalah pengawasan terhadap napi yang ada," kata Bambang

Sebelumnya terjadi kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan Sumatera Utara. Kebakaran itu diawali dengan padamnya aliran listrik. Padamnya lampu berimbas pada suplai air di lapas hingga berujung pada kerusuhan dalam lapas. Kerusuhan itu menyebabkan terbakarnya bagian depan kantor lapas.


Editor: Nanda Hidayat



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA