cihui

Sambut Lebaran, Bengkalis Berhias dengan Api

Sambut Lebaran, Bengkalis Berhias dengan ApiPara pemuda di Bengkalis merakit pondasi untuk hiasan Api Colok. Foto: El Yanda
 
 

KBR68H, Bengkalis – Setiap Daerah di Indonesia punya tradisi dan kebudayaan yang berbeda-beda untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Tak terkecuali, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Pada malam ke-27 bulan Ramadhan hingga malam Hari Raya Idul Fitri, ada tradisi yang sangat menonjol yang dilakukan masyarakat setempat, terutama para pemuda. Tradisi itu adalah pembuatan Api Colok yang sengaja dibentuk dan dihias seperti bentuk mesjid, ukiran Asma Allah, serta banyak lagi jenis ukiran yang dibuat dengan Api Colok ini.

Api Colok dibuat dari potongan bekas kaleng minuman kemasan yang kemudian diberi sumbu (dapat berupa sumbu kompor atau dari kain yang direndam minyak) di mulut kaleng. Bahan bakarnya sendiri adalah dari minyak tanah. Kalau di Provinsi Riau khususnya, tradisi ini sudah tidak asing lagi, namun tidak semua masyarakat Indonesia yang mengetahui akan tradisi ini.

Memang unik, selain ukirannya berasal dari susunan Api Colok, dan dibuat di atas jalan raya, tradisi ini juga dapat lebih memperkokoh persatuan di kalangan masyarakat setempat. Karena untuk membuatnya, perlu kerjasama dari beberapa pemuda serta masyarakat.

Menanggapi tradisi ini, pemerintah setempat biasanya selalu mendukung peserta Api colok di masing-masing kelompok pmuda. Nanti, di malam puncak, yaitu malam hari raya akan dilakukan pawai keliling dengan kendaraan bermotor, diringi dengan pemukulan beduk serta takbir, oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Di saat itulah akan dilakukan penilaian terhadap Api Colok masing-masing kelompok untuk diberikan adiah serta penghargaan bagi yang menampilkan ukiran yang menarik. Penilaian ini dilakukan dari segi, kualitas Api Colok, ukiran, serta kekompakan.

Salah satu perwakilan peserta Api Colok menyebutkan, bahwa mereka akan memberikan yang terbaik bagi masyarakat agar terkesan dengan ukiran mereka.

“Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menarik perhatian warga yang melintas di sini,” terang Sudar, salah satu anggota kelompok Api Colok Elyanda Club. Menurut Sudar, tujuan yang paling penting dari tradisi ini adalah untuk memperkokoh tali silaturahmi dan persatuan antara masyarakat dan pemerintah.

Sumber: Yanda FM
Editor: Anto Sidharta



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA