Nusantara Aceh dan Sumatera

Konflik Lahan di Sumatera Utara meningkat
Written By : Green Radio | 02 October 2013 | 16:13

KBR68H, Jakarta - Indonesia People Alliance (IPA) Sumatera Utara (Sumut) menyatakan dalam dua tahun terakhir terjadi peningkatan konflik lahan,  bahkan sampai menyebabkan korban jiwa. 


Ario Adityo dari Lembaga Kajian untuk Studi Demokrasi dan Nasional, yang menjadi bagian dari IPA, mengatakan, dampak liberalisasi perdagangan di Sumut ikut mendorong perampasan tanah, yang berakibat jatuhnya korban jiwa dalam konflik-konflik lokal. 


Hasil penelitian dan data IPA menyebut, konflik tanah terjadi di berbagai sektor, seperti tambang, perkebunan, kehutanan, dan infrastruktur. Mereka mencontohkan, konflik yang terjadi antara lain karena pembukaan tambang, dan perebutan lahan eks PTPN II antara mafia tanah dengan warga yang sudah tinggal turun temurun di lokasi konflik.


Catatan IPA menyebut pada akhir 2010 ada 106 konflik, akhir 2012 lalu hingga awal September 2013, menjadi 163 konflik. Dari 163 kasus, 97 konflik terkait perusakan dan perambahan perkebunan. Lalu, 36 kasus berhubungan dengan sektor kehutanan, dimana angka perambahan, penebangan dan perusakan hutan cukup parah.


Sumber: Green Radio 


Editor: Antonius Eko 


Share : Facebook | Twitter | Mail