cihui

Dua Cara Tangani Kabut Asap di Riau dan Kalbar

Dua Cara Tangani Kabut Asap di Riau dan Kalbar ejumlah pelajar sekolah berjalan melintasi Jalan Jendral Sudirman yang dipenuhi kabut asap tebal, di Pontianak, Kalbar, Rabu (5/2). Badan Lingkungan Hidup Kota Pontianak menyatakan bahwa saat ini kualitas udara di Pontianak masuk dalam kategori tidak sehat akibat kabut asap dari pembakaran lahan yang terjadi di 49 titik di sejumlah kabupaten di Kalbar. (foto: Antara)
 
 

KBR68H, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerapkan dua cara penyelesaian bencana kabut asap yang menimpa wilayah Riau dan Kalimantan Barat. 


Juru Bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, cara pertama adalah dengan menurunkan langsung petugas gabungan untuk memadamkan titik api. Kedua, melakukan pemboman air dari udara. 


Kata dia, dalam operasi ini pihaknya dibantu oleh beberapa instansi terkait seperti TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian dan Kementerian Lingkungan Hidup.


"Beberapa kementerian dan lembaga sudah melakukan upaya seperti Kementerian Kehutanan yang memiliki Mandala Akni dan mereka sudah melakukan penanggulangan di lokasi. Kemudian BPBD juga demikian, KLH juga sudah melakukan sesuai dengan tupoksinya agar dilakukan modifikasi cuaca maupun pemboman air. Dalam hal ini BNPB akan menyewa pesawat ampibi dan helikopter dari Rusia untuk melakuan pemboman air di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Di darat dengan mengerahkan TNI, Polri, manggala Akni, Satpol PP dan BPBD lainnya untuk melakukan pemadaman di bawah sekaligus melakukan penegakan hukum dan sosialisasi, " Ujarnya kepada KBR68H. 


Sutopo Purwo Nugroho menambahkan, pihaknya tengah menghitung anggaran yang akan digunakan untuk penanggulangan bencana kabut asap di kedua wilayah tersebut. 


Sebelumnya Pemerintah pusat mendesak provinsi Kalimantan Barat dan Riau untuk segera menetapkan status siaga darurat bencana kabut asap. Hal itu dilakukan mengingat, berdasarkan pemaparan dari pihak Kementerian Kehutanan telah terjadi dampak yang dirasakan masyarakat provinsi ini sejak diterpa kabut asap.



Ribuan Warga Riau Menderita ISPA 


Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Riau menyatakan 1493 warga terkena penyakit infeksi saluran pernafasan (ISPA) akibat kabut asap di dua Kabupaten/Kota di Riau yaitu Siak dan Dumai. 


Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zainal Arifin mengatakan, selain ISPA ada juga warga yang terkena iritasi pada mata dan kulit, juga penyakit asma. Kata dia, jumlah ini kemungkinan masih akan bertambah karena masih ada kabupaten/kota lainnya yang belum melaporkan data penderita penyakit akibat kabut asap.


"Ya kami memang memantau beberapa kasus seperti ISPA, iritasi pada mata, juga iritasi pada kulit, lalu ada asma juga yang kita pantau. Dari 4 penyakit ini ya kita terus memantau perkembangannya dari hari ke hari," jelasnya. 


Zainal Arifin menambahkan pihaknya sudah menyiagakan sejumlah fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit agar selalu siap menangani pasien terkait kabut asap ini. Namun kata dia hingga saat ini tidak ada penambahan tenaga medis karena tenaga yang saat ini tersedia dinilai masih bisa menangani para pasien tersebut. 


Editor: Antonius Eko 



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA