cihui

Proses Peradilan Militer Kasus Cebongan Diyakini Transparan

Proses Peradilan Militer Kasus Cebongan Diyakini TransparanYudoyono (kiri) didampingi Anggota Tim Investigasi TNI AD Letnan Kolonel TNI Richard Tampubolon (tengah) dan Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Rukhman Ahmad (kanan) memberi keterangan mengenai hasil investigasi Tim TNI AD pada insiden penembakan di Lapas Cebongan, di Kartika Media Center, Jakarta, Kamis (4/4). (Foto: ANTARA)
 
 

KBR68H, Jakarta - Proses peradilan militer bagi para pelaku yang terlibat penyerangan penjara Cebongan di Yogyakarta diyakini akan berjalan transparan. Pasalnya, keingintahuan publik atas kasus ini cukup besar dan kejadian tersebut merupakan kriminal bukan bagian dari aktivitas politik. Pengamat militer dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bakti mengatakan selama ini peradilan militer di Indonesia cenderung berjalan tidak transparan karena unsur politik.

"Pengadilan militer yang selama ini terjadi, itu lebih terkait dengan persoalan misalnya gerakan pro demokrasi, atau gerakan di Timor Timur pasca 1999. Itu memang sesuatu yang sulit untuk kemudian bisa terjadi suatu pengadilan yang jujur karena ini terkait dengan permasalahan politik. Tapi kalau apa yang terjadi dengan kasus Sleman buat saya tidak ada hal-hal yang bersifat rahasia," kata Ikrar saat ditemui usai diskusi Kecolongan Aksi Cebongan di Kafe Warung Daun, Jakarta (6/4).

Kasus pembantaian di penjara Cebongan menemui titik terang setelah TNI AD menyatakan 11 anggota Kopassus terlibat aksi ini. Komnas HAM sendiri kini sedang melanjutkan penyelidikannya untuk menelusuri unsur pembiaran dari petinggi TNI AD, Kepolisian, dan Lapas Cebongan.



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA