cihui

Di Rembang, Anak di Bawah Umur Marak Kendarai Motor

Di Rembang, Anak di Bawah Umur Marak Kendarai MotorSeorang pelajar naik sepeda motor tanpa helm, melintas di jalur Pantura Jl Gajah Mada Rembang. Foto: R2B
 
 

KBR68H, Rembang – Aparat kepolisian Rembang, Jawa Tengah, prihatin terhadap maraknya anak di bawah umur yang sudah nekat mengendarai sepeda motor.

Dua peristiwa memilukan sebelumnya terjadi. Masih hangat kisah seorang anak berusia 15 tahun di sebuah desa di kecamatan Rembang Kota, baru baru ini menabrak bocah kecil tetangganya sendiri, hingga meninggal dunia. Sang pengendara sepeda motor pun, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Kemudian peristiwa kecelakaan di jalan raya Desa Maguan – Mojorembun Kecamatan Kaliori. Dua buah sepeda motor saling bertabrakan. Tiga orang yang terlibat kecelakaan, semua merupakan anak seusia SMP. Satu diantaranya meninggal dunia, korban bernama Abdul Rohim (15 tahun), warga desa Meteseh Kecamatan Kaliori.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, Sugino menuturkan, beberapa kali menyampaikan masalah ini, saat kegiatan sosialisasi pelopor keselamatan berlalu lintas.

“Muncul anggapan yang salah, kalau anak tidak diberi kesempatan mengendarai sepeda motor, sudah ketinggalan zaman. Padahal kepedulian orang tua sangat penting untuk mengingatkan putra putri mereka, kalau belum cukup umur, mestinya jangan mengendarai sepeda motor di jalan raya. Pathokan utama sudah mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM), sesuai aturan pemohon minimal berusia 17 tahun atau rata rata kelas II SMA sederajat,” jelas Sugino.

Kepala Unit Laka Satlantas Polres Rembang, Ismail menimpali, saat ini ada perintah dari Dirlantas Polda Jawa Tengah, untuk memproses kasus kecelakaan. Tidak hanya kasus kecelakaan berat, kejadian ringanpun bisa diteruskan ke meja persidangan. Hal ini untuk memberikan efek jera kepada masyarakat, agar lebih mentaati aturan berlalu lintas.

Khusus kasus anak di bawah umur yang menabrak korbannya sampai meninggal dunia, ia memastikan proses hukum tetap berjalan. “Apakah kelak dihukum masa percobaan atau tidak, tentu semua tergantung pada keputusan majelis hakim,” jelas Ismail.

Sumber: R2B Rembang
Editor: Anto Sidharta



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA