cihui

Pramuka Kini Punya Seragam Baru

Pramuka Kini Punya Seragam BaruAnggota Pramuka di Rembang ini, menunjukkan seragam barunya. Foto: R2B
 
 

KBR68H, Rembang – Anggota Pramuka kini mempunyai seragam baru. Sempat terjadi pertentangan, sebelum konsep seragam diputuskan. Bahkan harus melalui voting. Apa saja yang membedakan dengan seragam terdahulu ?

Kwartir Nasional telah mengeluarkan keputusan No.174 tentang petunjuk penyelenggaraan pakaian gerakan Pramuka. Untuk seragam laki laki tidak banyak mengalami perubahan, masih warna coklat coklat dengan setangan leher atau duk, berwarna merah putih melambangkan bendera Indonesia.

Tetapi untuk pakaian anggota Pramuka perempuan, perubahannya cukup drastis. Tingkat penggalang dan penegak misalnya, topi berubah menggunakan bahan anyaman bambu berbentuk bulat. Warnanya lebih kental coklat tua. Kemudian jika semula samping baju ada talinya, sekarang tali tersebut dihilangkan. Begitu pula bentuk duk, disamakan dengan anggota Pramuka laki laki.

Seorang anggota Pramuka dari SMAN III Rembang, Ina Widyastati mengaku, kali pertama saat memakai seragam baru ini, langsung menjadi bahan tertawaan sejumlah orang yang menganggap salah memakai duk. Mereka ternyata memang belum tahu, adanya perubahan ketentuan dari Kwarnas.

Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah, Budi Prayitno bercerita, sebelum aturan tersebut dibakukan, sempat muncul pro dan kontra, selama pembahasan ditingkat Kwarnas. Ada kelompok meminta seragam Pramuka yang penting trendi, menyesuaikan perkembangan zaman. Khusus setangan leher atau duk, juga terjadi perbedaan usulan. Jawa Tengah termasuk yang paling ngotot mempertahankan warna merah putih sebagai wujud rasa nasionalisme dan akhirnya dalam voting bisa menang. Ia khawatir jika tidak merah putih, akan mudah berubah fungsi. Ibaratnya untuk lap inguspun, tak masalah. Justru itu berbahaya bagi perkembangan Pramuka ke depan, yang digadang gadang ikut membentuk karakter generasi muda.

Budi Prayitno menambahkan penerapan seragam baru diberikan kesempatan masa transisi selama satu tahun. Menurutnya kebijakan ini tak akan memberatkan para pelajar. Sekolah nantinya bisa menggelar sosialisasi secara bertahap

Sumber: Radio R2B
Editor: Anto Sidharta



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA