cihui

Jadi Caleg, Belasan Kepala Desa di Rembang Mengundurkan Diri

Jadi Caleg, Belasan Kepala Desa di Rembang Mengundurkan Diri ilustrasi
 
 

KBR68H, Rembang - Dua belas kepada desa di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mengundurkan diri, sebelum jabatan berakhir, karena maju dalam pencalonan anggota legislatif Pemilu 2014.Mereka di antaranyakepala desa Kaliombo (PKB), Kunir (Nasdem), Pomahan (demokrat) di kecamatan Sulang, kemudian Kades Karangasem (Nasdem), Bogorejo (PPP), Kedungringin (Demokrat), Kades Kenongo (Nasdem) di kecamatan Sedan. Sedangkan di kecamatan Sarang, Kades Banowan maju lewat kendaraan politik PPP dan Kades Demaan Kec. Gunem maju lewat partai Nasdem.

Wasiman, yang semula menduduki Kades Kaliombo sekaligus ketua paguyuban Kades se kabupaten Rembang, mengaku terdorong nyaleg, karena jika terpilih bisa lebih memperhatikan nasib masyarakat desa. Selama ini anggota DPRD Rembang kurang peduli, bahkan sangat jarang berkunjung ke desa, untuk menyerap aspirasi.

Hal senada diungkapkan Kades Karangasem Kec. Sedan, Nidzom. Menurutnya pengabdian bisa melalui banyak jalan. Kades yang sudah dua periode menjabat ini menganggap DPRD adalah tempat yang tepat. Memang partainya merupakan partai baru, justru menurutnya lebih mudah menggalang suara, dengan mendengungkan gerakan perubahan.

Kepala Sub Bagian Pemerintahan Desa Pemkab Rembang, Gunari mengingatkan kepada Kades yang maju nyaleg untuk tidak melupakan tugas tugas menuntaskan surat pertanggungjawaban, salah satunya penggunaan alokasi dana desa (ADD). Selain itu harus ikut menjaga situasi desa, supaya tetap kondusif.

Gunari menambahkan surat pengunduran diri kepala desa, sebagian masih dalam proses.

Tetapi ada pula jawaban bupati yang sudah turun ke desa, untuk bahan menunjuk Penjabat (PJ) Kades, sehingga roda pemerintahan desa tetap berjalan sebagaimana mustinya.

Sumber: radio R2B Rembang  

Editor: Antonius Eko



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA