cihui

Harga Daging Sapi di Bandung Tertinggi se-Jawa Barat

Harga Daging Sapi di Bandung Tertinggi se-Jawa BaratFoto: Antara
 
 

KBR68H, Bandung - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat menyebutkan kota Bandung dianggap paling tinggi harga jual daging sapi perkilogramnya dibandingkan 25 kabupaten kota lainnya. (Baca: Pemerintah Jamin Harga Daging Sapi Saat Lebaran Stabil)

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Ferri Sofwan Arief, pemicu tingginya harga daging sapi di Bandung akibat langkanya pasokan sapi lokal di ibu kota provinsi tersebut.(Baca: Kemendag Targetkan Harga Daging 75 Ribu/kg Jelang Puasa)

"Ini memang harga-harga yang tertinggi Rp92 ribu itu ya. Tetapi kita bisa lihat bahwa ternyata karena yang kita amati di tujuh kota yang dihitung inflansinya. Tapi kita coba perhatikan di Sukabumi, kemudian di Tasikmalaya dan Cirebon yang relatif yang terdekat dengan sentra produksi sapi itu harga rata-ratanya disekitar antara Rp75 ribu sampai Rp80 ribu," kata Ferri di lapangan Gasibu, jalan Dipenogoro, Bandung.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Ferri Sofwan Arief menyatakan selain langkanya pasokan sapi lokal, tingginya harga daging sapi di Bandung dipicu ketiadaan persediaan daging beku dipasaran.

Ferri mengaku untuk menekan harga jual daging sapi itu, pemerintah provinsi Jawa Barat meminta kepada pemerintah pusat agar segera melakukan impor daging sapi agar harga jualnya kembali normal. (Baca: Kuota Impor Daging Sapi Ditambah Tak Jamin Harga Turun)

Pemerintah provinsi Jawa Barat menyatakan pada bulan Juli 2013 impor daging sapi akan dilakukan. Itu disebabkan permintaan pasokan daging sapi telah disetujui oleh pemerintah pusat. Keputusan tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan masyarakat menjelang bulan puasa nanti.

Editor: Nanda Hidayat



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA