cihui

Sleman Jadi Sentra Pengembangan Bambu di Indonesia

Sleman Jadi Sentra Pengembangan Bambu di IndonesiaIlustrasi (Foto: Radio Star Jogja)
 
 

KBR68H, Yogyakarta - Pesatnya perkembangan tanaman bambu termasuk industri bambu membuat Kementerian Kehutanan ingin menjadikan Sleman sebagai sentra pengembangan komoditas bambu di Indonesia. Investasi bambu di daerah ini bahkan mencapai Rp10 miliar.

Sebagai langkah awal, Bupati Sleman, Sri Purnomo bertemu dengan Dirjen Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI, Haryadi Himawan untuk mengkoordinasikan masalah ini.

“Rapat koordinasi ini untuk menyamakan persepsi antara warga yang memiliki tanaman bambu, perajin, pemasar kerajinan bambu serta pemerintah tentang bagaiman kendala dalam mengembangkan industri bambu,” kata Sri Purnomo saat rapat koordinasi di Pemkab Sleman, Selasa (16/7).

Bupati berharapa proyek ini mampu memberikan pelatihan bagi para pengrajin tentang cara-cara meningkatkan nilai ekonomis bambu. Menurutnya, akan jauh lebih baik jika bambu yang diperjualbelikan sudah diolah terlebih dahulu, misalnya dengan diawetkan.

“Selama ini sejumlah masyarakat perajin komoditas bambu mengeluhkan tentang sulitnya memasarkan kerajinan bambu dengan harga memuaskan. Namun perlu diketahui bambu ini dapat dimanfaatkan dari semua bagian, mulai dari akar, rebung, batang pohon, ranting serta daunnya,” tegas Sri Purnomo.

Pada akhir 2012 yang lalu di Sleman terdapat 1.759 unit usaha yang mengelola kerajinan bambu. Jumlah ini menyerap tenaga kerja sebesar 3.497 tenaga kerja dengan nilai investasi sebesar Rp10 miliar dan nilai produksi Rp13 miliar. Hasil dari industri kerajinan bambu tersebut juga telah menembus pangsa pasar dunia.

Populasi tanaman bambu di Sleman cukup banyak. Pada 2013 jumlahnya mencapai 733.545 batang yang sebagian besar berada di Pakem, Cangkringan dan Turi. Sedangkan kebutuhan bambu di tahun 2011 mencapai 817.860 batang per tahun.

Editor: Doddy Rosadi

Sumber: Radio Starjogja



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA