cihui

Hari Ini, Pencarian Korban Syawalan di Jepara Dilanjutkan

Hari Ini, Pencarian Korban Syawalan di Jepara DilanjutkanIlustrasi: Antara Foto
 
 

KBR68H, Jepara- Akibat peralatan yang kurang memadai, pencarian korban Kapal tenggelam di Jepara, Jawa Tengah, semalam (15/8) ini dihentikan.

Kepala Bidang Perhubungan laut Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jepara Sutana mengatakan, Kamis sore tim evakuator telah berhasil mengangkat bangkai kapal yang tenggelam dari kedalaman tujuh meter. Hanya saja, karena kapal yang digunakan kurang memadai, dikhawatirkan tidak kuat menarik bangkai kapal ke pulau terdekat.

Tim penyelamat juga telah melakukan penyelaman untuk mencari korban lain namun hingga Kamis malam ini belum ada tambahan korban yang ditemukan. Sehingga jumlah korban meninggal masih 8 orang.

Proses evakuasi bangkai kapal dan pencarian korban yang dihentikan Kamis sore, dilanjutkan Jumat pagi ini (16/8).

"Kapal kita sudah mulai angkat, semula kapal berada di kedalaman 7 meter sudah kita anjungan sudah mulai nampak, tapi nampaknya kalau kita angkat kapal kita tidak mampu, sehingga proses pengangkatan kita hentikan. Kita kemudian lanjutkan penyelaman untuk mencari korban, saat itu belum ditemukan korban lagi. Namun karena waktu sudah malam, Pak Kapolres memutuskan untuk selesai,” jelas Sutana.

Sutana menambahkan pencarian korban di Pulau Panjang melibatkan tim gabungan dari BPBD, SAR, Dishubkominfo Jepara, Polri, TNI serta sejumlah relawan.

Berdasarkan data RSU RA Kartini Jepara, korban meninggal yang teridentifikasi, yakni:

1.    Ahmad Irfan Ramadan (5) asal Bakalan, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Rasmi asal Pulodarat, Pecangaan, Jepara.
2.    Sukarjo (50) asal Desa Gamong, Kaliwungu, Kudus.
3.    Junaedi (40) asal Kantonsari, Demak.
4.    Adibah Haprivan Zunba (16) asal Kelurahan Demaan, Jepara.
5.    Sukarni (30) asal Desa Bulu, Jepara.
6.    Adel asal Desa Bulu, Jepara.
7.    Diva (7) asal Desa Katonsari, Demak

Apabila masih banyak aduan masyarakat yang melaporkan anggota keluarganya belum ditemukan, proses pencarian korban akan dilanjutkan hingga sepekan. (Ahmad Rodli)

Editor: Anto Sidharta



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA