cihui

Konflik di Jember Bukan Syiah vs Sunni

Konflik di Jember Bukan Syiah vs SunniSejumlah anggota polisi bersiaga di depan Masjid Darus Sholihin di Puger, Jember, Jawa Timur, Kamis (12/9). Sebanyak 1.800 personel pengamanan dari Polri dan TNI disiagakan di tempat itu paska pengrusakan masjid dan Ponpes Darus Sholihin, Rabu (11/9). ANTARA FOTO
 
 

KBR68H, Jakarta- Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) menyebutkan kerusuhan di Desa Puger Kulon, Jember, Jawa Timur bukan merupakan konflik antara Syiah dan Sunni.

Koordinator Presidium JIAD Jatim Aan Anshori mengatakan, latar belakang gesekan antarwarga ini adalah ketegangan personal antara dua pemuka agama di daerah tersebut. Kata Dia, isu Sunni dan Syiah ini sengaja dimunculkan agar mudah memprovokasi warga.

"Ini sebenarnya konflik lama. Ini kelanjutan konflik dari satu tahun yang lalu. Ini sebenarnya dipicu oleh bukan persoalan agama. Tapi persoalan ketegangan personal antara dua pemuka agama yang ada di tanggul kemudian juga yang ada di Puger, kemudian mencoba melakukan stigmatisasi dengan menggeret isu Sunni dan Syiah terkait masalah ini," jelasnya saat dihubungi KBR68H, Rabu (12/9)

Koordinator Presidium JIAD Jatim Aan Anshori menambahkan, kedua kelompok yang terlibat konflik di Jember ini seharusnya melakukan dialog agar konflik ini tidak berlanjut.

Sebelumnya, pesantren Darus Solihin pimpinan Habib Ali bin Umar Al Habsyi diserang warga karena menggelar karnaval peringatan Kemerdekaan Indonesia.

Penyerangan ini dilakukan puluhan warga yang tidak ingin ada kegiatan Syiah di wilayah Jawa Timur.

Pascapenyerangan tersebut, seorang warga bernama Eko Mardi ditemukan tewas di pantai setempat. Untuk mencegah bentrok susulan, seribu pasukan keamanan sudah disiagakan.

Editor: Anto Sidharta



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA