cihui

Tarakan "Mengalah" Tak Jadi Ibukota Kalimantan Utara

Tarakan
 
 

KBR68H - Pembentukan propinsi baru selalu identik dengan pemilihan lokasi ibukota yang akan menjadi pusat pemerintahan. Sebelum akhirnya diputuskan Bulungan, Tanjung Selor menjadi ibukota Kalimantan Utara, pro dan kontra sempat muncul. Masing-masing wilayah berebut ingin menjadi ibukota dengan menyajikan keunggulan masing-masing.  Tarakan adalah salah satu kota yang dianggap paling siap menjadi daerah ibu kota Kaltara.

Tarakan merupakan kota terbesar ketiga di Provinsi Kalimantan Timur, dan juga merupakan kota terkaya ke-17 di Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 250,80 km², berpenduduk sebanyak 253.564 jiwa. Pembangunan di wilayah ini juga tergolong paling pesat Kota pulau yang sudah terkenal sejak zaman Perang Dunia II itu adalah gerbang masuk ke daerah-daerah utara Kalimantan, yakni Bulungan, Nunukan, Malinau, dan Berau. Selain merupakan pusat transit perdagangan di wilayah utara Kalimantan Timur, Tarakan juga menjadi pusat transit perdagangan antara Indonesia-Malaysia-Philipina.

Letak yang strategis dan akses yang mudah dijangkau, Tarakan juga telah memiliki fasilitas pelayanan yang lengkap sebagai syarat pembentukan ibukota provinsi. Bandara, pelabuhan, sarana pendidikan, kesehatan dan perkantoran lengkap. Bahkan gedung-gedung sekolah dibangun dengan megah mengalahkan gedung perkantoran. Selain sekolah gratis, pemerintah menganggarkan Rp 18 miliar per tahun untuk membayar premi asuransi kesehatan.  Program berobat gratis sudah berjalan dengan teratur.

Sebagai daerah yang sudah lebih dulu maju dibanding kabupaten lainnya di utara, Tarakan memang memetik banyak keuntungan. Pada akhir pekan biasanya hotel-hotel penuh dengan tamu yang kebanyakan adalah pebisnis dan pemodal  Jakarta, Surabaya, hingga  Malaysia yang menjadikan kota Tarakan berkembang pesat.

“Letak geografis sangat menguntungkan, pesawat sudah bisa mendarat, kita sudah punya bandara. Kita punya pelabuhan, dimana kapal-kapal besar bisa berlabuh,”ujar Wakil Walikota Tarakan, Suhardjo.

Di Kota Tarakan terdapat 4 pelabuhan utama antara lain Pelabuhan Tengkayu I, Pelabuhan Tengkayu II, Pelabuhan Malundung dan Pelabuhan Juwata Laut.  Tarakan memiliki satu buah bandara, yaitu Bandar Udara Juwata  Bandara ini terletak 3,5 km dari pusat kota.  Bandara ini melayani penerbangan reguler maskapai Sriwijaya, Batavia, dan Mandala, dapat digunakan pesawat sekelas Boeing 737-300.

Kota ini bahkan memproklamirkan diri sebagai  Singapura Kecil, kota Jasa dan Perdagangan, karena semakin menipisnya sumber daya alam.  Tarakan merupakan contoh sukses otonomi dan pemekaran daerah.
Meskipun dari segala infrastruktur Tarakan telah siap menjadi ibukota, namun pilihan Ibukota jatuh ke Bulungan. Alasannya Bulungan adalah daerah induk 4 daerah pemekaran lain, sehingga layak terpilih menjadi ibukota Kaltara. Bulungan juga telah menyediakan lahan ratusan haktare untuk kawasan perkantoran Kaltara.
Keputusan ini menuntut komitmen Tarakan untuk siap menyisihkan sebagian pendapatannya untuk pembangunan ibukota. Mereka juga harus ikut mencari investor atau bantuan pemerintah agar Tanjung Selor bisa cepat memiliki fasilitas infra struktur memadai.
 
“Sumbangan Tarakan bagi Kaltara,  kurang lebih 35 Milliar, ini bentuk dukungan baik itu berupa materiil maupun moril untuk percepatan pembangunan Kaltara. Memang tidak ada apa-apa, tapi ini bentuk partisipasi dan menunjukkan komitmen kami untuk kemajuan Kaltara,”kata  Wakil Walikota Tarakan, Suhardjo.

Menurut Suhardjo, penentuan ibukota sudah dianggap selesai, semua wilayah yang bergabung akan tetap konsisten. Meskipun hal ini akan berdampak pada keuangan daerah, yang harus dialokasikan juga untuk percepayan pembangunan di Kalimantan Utara.

“Kami berharap masyarakat Tarakan tidak menjadi penonton, tapi harus menjadi pelaku. Ketika tidak mempersiapkan dini, ya akan tertinggal,”ujarnya.

Kami memang tidak memiliki SDA seperti di Sungapura, tetapi mereka bisa mengendalikan harga di Asia Pasifik. Sehingga inilah yang kami harapkan, Tarakan bisa mengambil peran lebih di Kalimantan Utara,”pungkas Suhardjo dengan optimis.




PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA