Nusantara Papua

Gelang Identitas Bayi Tertukar, Dirut RS Minta Maaf
Written By : Radio Swara Nusa Bahagia | 10 October 2013 | 16:29

KBR68H, Jayapura – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Dok II Jayapura, Papua, Yerry Mzen akhirnya mengakui insiden tertukarnya gelang identitas seorang bayi yang baru dilahirkan Rabu kemarin (9/10) akibat kelalaian dari perawat yang bertugas.

Menurut Yerry, tidak ada kejadian bayi tertukar seperti yang diberitakan sebelumnya. Melainkan tanda pengenal bayi yang salah dipakaikan oleh perawat. Hal itu terjadi karena kemarin, jumlah tenaga perawat yang berjaga di ruangan persalinan dan bayi hanya tiga orang. Sementara bayi yang dilahirkan sepanjang hari kemarin ada 8 bayi.

“Terkait dengan informasi tertukarnya bayi, informasi itu benar tapi bukan bayinya yang tertukar tapi karakteristik yang ada di tangannya yaitu gelang, tertanda bahwa dia anak perempuan. Ini yang sebenarnya salah pasang oleh bidan. Sehingga kami menjelaskan ini terjadi kelalaian oleh staf perawat bernama Delila,” ujar Yerry di Jayapura, Kamis (10/10).

Yerry Mzen menjelaskan, terkait kejadian ini pihaknya sudah mengklarifikasi ke keluarga si bayi yang belum diberi nama tersebut.

Ia mengakui, awalnya keluarga bayi ngotot bahwa bayinya telah ditukar. Namun setelah dilakukan tes golongan darah dari bayi dan ibu akhirnya diketahui memiliki kesamaan golongan darah.

“Tadinya kalau tes golongan darah tetap tidak bisa diterima oleh keluarga bayi, kami akan lanjutkan pembuktian melalui tes DNA. Namun ternyata sudah disetujui. Kami sudah meminta maaf atas kelalaian kami dan mereka sudah menerimanya,” ujarnya.

Sebelumnya, terjadi ketegangan di ruang persalinan rumah sakit dok II Jayapura antara keluarga seorang ibu yang baru melahirkan dengan pihak rumah sakit. Keluarga pasien, tidak terima setelah mengetahui bayi yang baru dilahirkan oleh Agustina menggunakan gelang identitas dengan nama ibu yang berbeda. Hal ini baru diketahui, setelah sang ibu membawa bayinya pulang ke rumah.

Menduga bayinya telah ditukar, ibu sang bayi bersama keluarganya mendatangi rumah sakit dan mengamuk. Seorang perawat nyaris menjadi korban pemukulan. Situasi ini akhirnya bisa diredam setelah aparat kepolisian datang ke lokasi kejadian dan memediasi pertemuan antara keluar pasien dan pihak rumah sakit. (Andi Iriani)

Editor: Anto Sidharta

Share : Facebook | Twitter | Mail