cihui

Limbah Freeport Jadi Bahan Dasar Pembangunan di Papua

Limbah Freeport Jadi Bahan Dasar Pembangunan di PapuaGubernur Lukas Enembe. Foto: Andi Iriani
 
 

KBR68H, Jayapura- Pemprov Papua bakal menggunakan tailing atau limbah hasil kegiatan tambang PT Freeport Indonesia (PT FI) sebagai bahan dasar pembangunan infrastruktur di Bumi Cenderawasih.

Gubernur Papua, Lukas Enembe menuturkan, salah satu kerjasama yang sudah dibangun adalah pendirian pabrik semen dari bahan dasar tailing. Perjanjian dengan PT FI soal penggunaan tailing sebagai bahan konstruksi dalam pembangunan infrastruktur telah dilakukan pada tahun 2007 dan diperbaharui pada tahun 2011.

Lebih lanjut ia menjelasan, beberapa lokasi pembangunan infrastruktur yang menggunakan tailing diantara pembangunan jalan di Kabupaten Merauke, Jembatan Paumako 3, Timika yang menghubungkan Kota Timika dan Pelabuhan Pomako, Kantor Bupati Mimika dan area Bandara Moses Kilangin, Mimika.

Kerja sama ini, kata Lukas, dilakukan setelah ada komunikasi rutin antara dia dengan Presiden Direktur PT FI, Rozik Boedioro Soetjipto.

“Saya dengan Freeport, Pak Rozik beberapa bulan terakhir ini, diskusi yang kontinu, bagaimana kita memanfaatkan ini yang bisa bermanfaat untuk pembangunan infrastruktur di Papua. Kita berharap regulasi ini yang mungkin harus diperbaiki, karena berbagai penelitian membuktikan ini bisa bermanfaat,” jelasnya.  

Sementara itu, Presiden Direktur PT FI, Rozik Boedioro Soetjipto mengklaim, pihaknya bersama dengan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri -Institut Teknologi Bandung (LAPI-ITB) telah melakukan penelitian untuk mendaur ulang tailing sebagai bahan campuran beton dalam pembangunan prasarana lokal.

Dalam perpanjangan MoU penggunaan tailing sebagai bahan dasar infrastruktur, pihaknya telah mengirimkan lebih 460 ribu m3 tailing untuk pembangunan jalan di Merauke. (Katharina Lita)

Editor: Anto Sidharta



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA