cihui

Diduga Korupsi, Kejaksaan Tangkap Kadis Pariwisata Papua

Diduga Korupsi, Kejaksaan Tangkap Kadis Pariwisata PapuaIlustrasi: sxc.hu
 
 

KBR68H, Jayapura -  Kejaksaan Tinggi Papua menangkap Kepala Dinas Pariwisata Papua, CH Rumbino, atas dugaan korupsi proyek pembangunan tempat persinggahan di wilayah Pegunungan Carstensz yang terletak di kabupaten Puncak, Papua.

Kepala Kejati Papua, Elieser Saut Maruli Hutagalung mengatakan, Rumbinon ditangkap karena dugaan korupsi pembangunan tempat singgah sekitar Rp 1 miliar lebih.

"Kami telah menetapkan sebagai tersangka dan saat ini masih terus kami selidiki. Dugaan korupsi bersumber dari APBD 2009,” jelasnya, Senin (13/1).

Dalam pembangunan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua bekerja sama dengan Papua Explorer yang rencananya akan diberi nama Carstensz Shelter. Pembangunan tempat singgah ini dimaksudkan untuk menarik lebih banyak lagi wisawatan mancanegara dan domestik.

Rencana pembuatan kerangka wisma penginapan wisatawan itu dimulai sejak 21 Oktober 2009 dan pada awal 2010 rencana diresmikan. Puncak Carstensz merupakan salah satu The Seven Summits di dunia, seperti Mount Everest (Asia), Concagua (Amerika), Kilimancaro (Afrika), Elvurus (Eropa), McKinley (Kutub Utara) dan Mount Vincent (Antartika).

Pemprov setempat merancang tempat itu dengan ukuran panjang 45 meter dan lebar 10 meter dengan daya tampung 30 pria dan 20 wanita. Dinding bangunan tersebut terbuat dari aluminium. Besarnya dana yang harus disiapkan untuk membangun itu sekitar Rp 2 miliar lebih.

Pegunungan Carstensz memiliki ketinggian 4.884 meter dari pemukaan laut, sementara lokasi persinggahan itu dibangun pada ketinggian 4.430 meter dari permukaan laut. Suhu udara di pesanggrahan tertinggi 15 derajat celsius dan terendah 10 derajat celsius.

Editor: Anto Sidharta



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA