cihui

Bangbarongan: Belajar Budaya dan Sejarah Barong Sampah

Bangbarongan: Belajar Budaya dan Sejarah Barong Sampah Bangbarongan yang terbuat dari beragam bahan. (Foto: Arie Nugraha)
 
 

Ada pekan seni budaya yang bisa ditonton nih Sobat Teen. Namanya Bangbarong Trash Fashions Kota Cimahi. Apa aja kegiatannya?

Selama sepekan barong sampah akan tampil dalam pekan seni budaya Jawa Barat dari tanggal 7 - 14 September 2013. Tema yang diusung dalam pekan seni itu adalah Bangbarong Trash Fashions Kota Cimahi yang mendaur ulang limbah plastik seperti bungkus kopi, deterjen dan lain sebagainya. Wah, keren!

Menurut konseptor Bangbarong Trash Fashions Kota Cimahi, Pak Hermana HMT, nantinya pagelaran ini akan diiringi musik yang berasal dari tambur, terbangan, kendang, dog dog, tarompet dan ketuk. Hayo, pada tau ngga tuh alat-alat itu Sobat Teen? Hehehe..

Tapi apa sih Bangbarongan itu?

"Bangbarongan Trash Fashions adalah sebuah bentuk seni arak-arakan yang memberi gambaran kemuraman kehidupan sungai kita saat ini. Sungai-sungai terpenuhi oleh sampah dan menjadi sumber penyakit berbahaya bagi kelangsungan seluruh mahluk hidup di sekitarnya," ujar Pak Herman saat ditemui KBR68H di Gedung Indonesia Menggugat, jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung, Kamis (12/9).

Pak Hermana bilang, keterkaitan barong dengan sungai ini berdasar cerita dahulu kala masyarakat kota Cimahi yang hidup di dekat aliran sungai besar. Mereka mengenal istilah Lulub Samak atau lebih populer dengan sebutan Jurig Cai atau Hantu Air.

Bangbarongan sendiri adalah seni arak-arakan topeng (barong) menyerupai Barongsai Cina tapi pemainnya hanya satu orang dengan iringan musik tradisional. Biasanya Bangbarongan dibuat dari pahatan kayu atau anyaman bambu dengan bawahan yang terbuat dari karung goni, dedaunan atau batang padi dan bentuknya menyerupai kepala buaya, ular atau kerbau.

Wah, melihat seni budaya sambil belajar sejarah nih Sobat Teen. 



Editor: Fia Anwar



PortalKBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

DARI INDONESIA